MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan optimistis Papua Barat akan memperoleh kuota dalam rencana rekrutmen 70.000 polisi hutan yang dicanangkan pemerintah pusat secara nasional. Keyakinan itu didasarkan pada luas kawasan hutan di tanah Papua yang membutuhkan pengawasan.
“Papua ini yang punya hutan. Jadi, kalau ada rekrutmen polisi hutan secara nasional, pasti kita juga mendapat bagian. Kita di tanah Papua memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan membutuhkan petugas untuk menjaganya,” kata Dominggus kepada wartawan di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Jumat (10/7/2026).
Rencana rekrutmen nasional tersebut mencakup 70.000 polisi hutan di seluruh Indonesia. Hingga kini, pemerintah pusat belum mengumumkan pembagian kuota untuk setiap provinsi, termasuk Papua Barat.
Dominggus menilai keberadaan polisi hutan menjadi kebutuhan karena luasnya kawasan hutan di Papua Barat. Petugas nantinya diharapkan memperkuat pengawasan terhadap perambahan, pembalakan liar, dan ancaman lain terhadap kelestarian hutan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat meyakini akan memperoleh alokasi formasi apabila rekrutmen resmi dibuka. Namun, besaran kuota yang diterima masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat.
“Siapa saja yang memenuhi syarat nanti dapat mendaftar sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Rekrutmen polisi hutan diharapkan memperkuat pengawasan kawasan hutan di berbagai daerah, termasuk Papua Barat. Kebijakan tersebut juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di wilayah penyangga ekosistem hutan nasional. (LP14/red)
