Ekspor Papua Barat Desember 2025 Naik 15,17%, Tembus US$ 313,43 Juta

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kinerja ekspor Provinsi Papua Barat menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan pada pengujung tahun 2025. Nilai perdagangan luar negeri wilayah ini melonjak hingga belasan persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Ekspor Papua Barat pada Desember 2025 meningkat 15,17 persen dibandingkan November 2025, dari US313,43 juta,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya, Selasa (3/2/2026).

Komoditas bahan bakar mineral masih menjadi primadona dan penopang utama ekspor di Papua Barat. Sektor ini memberikan kontribusi yang sangat dominan terhadap total nilai pengiriman barang ke mancanegara.

“Bahan bakar mineral (HS27) menjadi komoditas ekspor terbesar dengan nilai US$308,34 juta atau 98,38 persen dari total ekspor,” lanjut BPS.

Korea Selatan muncul sebagai mitra dagang paling strategis bagi Papua Barat pada periode ini. Aktivitas distribusi barang tercatat dilakukan melalui jalur laut maupun jalur udara.

“Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor utama dengan nilai US$117,13 juta dan kontribusi 37,37 persen,” sebut BPS.

“Ekspor Papua Barat pada Desember 2025 dilakukan melalui tiga pelabuhan laut dan satu pelabuhan udara,” tambahnya.

Berbeda dengan ekspor, aktivitas impor di Papua Barat juga mencatatkan lonjakan tajam dari kondisi nihil pada bulan sebelumnya. Seluruh komoditas yang didatangkan merupakan produk energi yang berasal dari satu negara mitra.

“Impor Papua Barat pada Desember 2025 meningkat 100,00 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari tidak ada impor menjadi US$4,96 juta,” papar BPS.

“Seluruh impor berasal dari bahan bakar mineral (HS27) senilai US$4,96 juta atau 100,00 persen,” tulisnya.

Australia tercatat sebagai satu-satunya negara asal impor bagi Papua Barat selama bulan Desember. Meski terdapat aktivitas impor, neraca perdagangan daerah ini tetap menunjukkan performa yang sangat sehat.

“Australia tercatat sebagai satu-satunya negara asal impor Papua Barat,” tulis laporan tersebut.

“Neraca perdagangan Papua Barat pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar US$308,47 juta,” tutup BPS.

Secara akumulatif, volume surplus perdagangan Papua Barat mencapai angka 662,39 ribu ton. Capaian ini memperkokoh posisi ekonomi Papua Barat di pasar internasional menjelang tahun anggaran baru. (*/red)

Latest articles

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari...

More like this

Minyak Dunia Fluktuatif, Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik

JAKARTA, LinkPapua.id – PT Pertamina Patra Niaga memastikan tarif BBM bersubsidi jenis Pertalite dan...

PT Conch Dapat Dukungan Pemprov Papua Barat, Kuliahkan 3 Putra-Putri OAP ke China

MANOKWARI, LinkPapua.id – PT Conch West Papua Cement mendapat dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua...

Sarjito Resmi Pimpin Pengawasan Bursa Mineral, OJK Targetkan BMKS Berjalan 2027

JAKARTA, LinkPapua.id – Sarjito resmi menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis...