Hermus Sampaikan Langkah Penanganan Banjir Wosi Dihadapan Gubernur

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id — Bupati Manokwari Hermus Indou mendampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam penyerahan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada masyarakat terdampak banjir pada Jumat (17/4/2026).

Dalam kesempatan itu Bupati Hermus menyampaikan bahwa bencana tersebut menjadi pembelajaran bagi kita semua.

“Kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan atas nama pembangunan, harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan di wilayah Manokwari Barat tidak boleh lagi bertambah dan akan diarahkan ke wilayah Manokwari Selatan dan Manokwari Timur.

Selain itu, Bupati juga menyoroti banyaknya pembangunan di bantaran sungai yang berpotensi memperparah dampak banjir. Untuk itu, ia meminta adanya sosialisasi kepada masyarakat melalui RT dan RW agar tidak membangun di area tersebut.

“Kali Wosi harus menjadi perhatian untuk normalisasi, begitu juga dengan wilayah Mokwam yang saat ini dalam penanganan karena memiliki potensi banjir bandang,” tambahnya.

Bupati juga mengakui adanya sejumlah infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana, sehingga penanganan akan dilakukan secara bertahap, termasuk normalisasi sungai sebagai langkah pencegahan ke depan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manokwari mencatat sedikitnya enam distrik terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Manokwari, Tajudin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara terdapat 31 titik terdampak dengan total 373 kepala keluarga (KK) atau 1.091 jiwa.

“Kerusakan yang terjadi meliputi jalan putus, rumah warga rusak, serta drainase yang tersumbat sehingga menyebabkan genangan air,” ujarnya.

BPBD bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya pembersihan material, normalisasi kali sepanjang kurang lebih 700 meter hingga jembatan di wilayah Wosi, serta penanganan titik-titik banjir dan longsor.

Ia menambahkan, status masa tanggap darurat bencana ditetapkan hingga 21 April mendatang.(LP3/Red)

Latest articles

Studi Tiru ke Bali-Jakarta, Phapeda Siap Benahi Sampah Bintuni

0
JAKARTA, LinkPapua.id - Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) melakukan studi tiru ke Bali hingga Jakarta untuk membenahi tata kelola sampah di Kabupaten Teluk...

More like this

Sinkronisasi Program 2026, Teluk Bintuni Ajukan Sejumlah Usulan Strategis

MANOKWARI, Linkpapua.id— Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Bupati se-Papua Barat...

Aktivis Keluhkan Bak Sampah DLH di Amban Tak Layak Pakai: Harus Segera Diganti!

MANOKWARI, LinkPapua.id - Fasilitas penampungan sampah di Kelurahan Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dinilai...

Dialog Bersama Warga, Kapolda Papua Barat Perkuat Sinergi Kamtibmas

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menggelar tatap muka dengan...