TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta kader Golkar yang terpilih memimpin partai belajar dari senior politik. Menurutnya, pengalaman para senior penting karena membangun partai tidak mudah.
“Maka dari itu siapa pun yang nanti terpilih sebagai ketua, banyak-banyak belajar dari para senior politik, karena membangun partai tidak segampang yang dipikirkan,” kata Joko saat Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Golkar Teluk Bintuni, Papua Barat, di Gedung Sayar Sisar Matiti, Distrik Bintuni Timur, Jumat (21/8/2026).
Joko juga meminta kepemimpinan baru Golkar Bintuni memberi ruang kepada kader muda dan potensial. Dia menilai regenerasi harus menjadi bagian dari keberlanjutan pengabdian organisasi.
“Regenerasi partai dengan menghadirkan kader-kader muda dan potensial hendaknya tidak dimaknai sebagai pergantian semata, namun sebagai keberlanjutan pengabdian,” ujarnya.
Dia berharap ketua terpilih mampu membawa semangat baru dan merangkul seluruh kader. Ruang bagi generasi muda juga dinilai perlu dibuka agar mereka dapat memberikan kontribusi bagi organisasi.
Joko kemudian mengingatkan kader agar tidak memandang jabatan politik sebagai sesuatu yang harus dibanggakan. Menurutnya, penerima amanah harus tetap dekat dengan rakyat.
“Jangan kita banggakan jabatan, kedudukan, pangkat maupun golongan. Ketika sudah diberikan amanah, kita harus hadir untuk masyarakat,” pesannya.
Joko menyebut dirinya pernah menjadi kader PPP selama sekitar 23 tahun dan mengaku jati dirinya terbentuk dari partai tersebut. Kini dia menyatakan telah mengundurkan diri dan tidak bergabung dengan partai politik mana pun.
Selain soal regenerasi, Joko meminta partai politik di Teluk Bintuni menjaga persaingan tetap sehat. Perbedaan pilihan politik, kata dia, tidak boleh memutus hubungan persaudaraan.
“Mari kita berlomba dalam gagasan, berkompetisi dalam karya dan bersama-sama menjaga Teluk Bintuni tetap aman, tenteram dan sejahtera,” tuturnya.
Joko turut menggunakan analogi sepak bola untuk menggambarkan dinamika persaingan politik. Dia menilai strategi menyerang saja tidak cukup tanpa pertahanan yang kuat.
“Jangan asik menyerang, tapi lupa pertahanan akhirnya kalah,” ucapnya. (LP5/red)
