MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, menggalang dana sukarela untuk membantu warga terdampak bencana alam gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk meringankan beban warga yang membutuhkan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami sebagai sesama anak bangsa. Mungkin bantuan yang kami berikan tidak seberapa, namun kami berharap dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujar Kapolres Manokwari Selatan AKBP Marzel Doni dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Pengumpulan dana melibatkan personel Polres Manokwari Selatan. Setiap anggota memberikan donasi secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing.

Marzel mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas anggota Polri kepada warga yang sedang menghadapi musibah. Donasi yang terkumpul selanjutnya akan dihimpun sebelum disalurkan kepada penerima di NTT.
“Dalam situasi seperti ini, kepedulian dan kebersamaan sangat dibutuhkan. Mari kita bersama-sama membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan, ketabahan, keselamatan, dan bencana ini dapat segera berlalu,” katanya.
Selain menggalang dana, Marzel mengajak masyarakat ikut membangun semangat gotong royong untuk membantu korban bencana. Dia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Menurutnya, kegiatan ini juga menunjukkan keterlibatan Polres Manokwari Selatan dalam aksi sosial di luar tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Bantuan yang dihimpun akan diarahkan kepada warga NTT sebagai bentuk solidaritas antar-sesama.
Dampak Gempa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat gempa bumi M 7,7 di NTT mencapai 72 jiwa. Selain itu, sebanyak 900 orang luka-luka dan 82.691 orang masih mengungsi.
“72 orang meninggal dunia,” demikian dikutip dari data Pusdatinkom BNPB, Kamis (20/8/2026).
Data Pusdatinkom BNPB mencatat 18.019 kepala keluarga (KK) terdampak gempa. Kerusakan rumah tercatat mencapai 29.001 unit denganrinciannya 11.699 rumah rusak berat, 6.542 rusak sedang, dan 10.760 rusak ringan.
Selain rumah, sebanyak 804 fasilitas pendidikan terdampak gempa. Kemudian 237 fasilitas kesehatan, 195 rumah ibadah, 257 kantor, dan satu gudang Bulog juga terdampak.
BNPB juga mencatat sembilan fasilitas irigasi, 116 fasilitas umum, 45 titik jalan, satu pasar, dan 16 jembatan terdampak. Data tersebut merupakan kerusakan fasilitas yang tercatat dalam pendataan kebencanaan. (*/red)
