MANOKWARI, LinkPapua.id – Ribuan jemaat Katolik di Manokwari, Papua Barat, melaksanakan ibadah Jumat Agung di Gereja Imanuel Sanggeng dengan suasana penuh kekhidmatan dan pengawalan ketat aparat kepolisian. Personel kepolisian disiagakan di berbagai titik strategis untuk memastikan kelancaran prosesi ibadah sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi gereja.
“Semoga setiap kita yang sedang memikul salib yang berat tidak tergoda untuk melepaskannya, sebab Tuhan sendiri turut memikul salib kita,” ujar Pater Rp Philipus Sedik OSA dalam pesan rohaninya, Jumat (3/4/2026).

Rangkaian ibadah peringatan wafatnya Yesus Kristus ini dimulai tepat pukul 15.00 WIT dengan partisipasi jemaat yang melimpah hingga ke halaman gereja. Kehadiran petugas kepolisian memberikan rasa aman bagi umat yang datang dari berbagai penjuru kota untuk mengikuti liturgi sabda hingga penghormatan salib.
“Manusia mudah tergoda dan jatuh dalam hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan,” kata Pater Philipus di hadapan ribuan jemaat.
Pater Philipus menjelaskan peringatan Jumat Agung merupakan momen refleksi atas keteguhan iman manusia yang sering kali mudah goyah saat menghadapi kesulitan. Dia menyoroti fenomena sosial di mana manusia kerap memuji Tuhan saat mendapat berkat, namun cenderung menyalahkan-Nya ketika diterpa tantangan hidup.
Umat diajak untuk tetap setia melakukan perbuatan baik sesuai dengan tema Paskah tahun ini yang merujuk pada Injil Matius. Kesetiaan dalam kebenaran dipandang sebagai wujud nyata iman meskipun jemaat harus menghadapi berbagai pergulatan hidup yang berat.
Hingga rangkaian ibadah berakhir, situasi di sekitar Gereja Katolik Imanuel Sanggeng dilaporkan tetap kondusif dan terkendali. Pengaturan lalu lintas oleh pihak kepolisian berhasil mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di jalur utama saat jemaat mulai membubarkan diri. (*/red)
















