BPS: Rekreasi hingga Perawatan Pribadi Picu Inflasi Papua Barat Maret 2026

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Provinsi Papua Barat mengalami inflasi sebesar 3,51 persen pada Maret 2026 secara year on year (y-on-y). Kenaikan indeks pada kelompok perawatan pribadi serta sektor rekreasi menjadi penyumbang utama laju inflasi di wilayah ini.

“Pada Maret 2026 terjadi inflasi y-on-y Papua Barat sebesar 3,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,10,” tulis BPS dalam laporan resminya, Senin (6/4/2026).

BPS merinci kenaikan harga yang signifikan terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 10,71 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga turut melonjak sebesar 6,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga:  Festival Ecotourism 2022, Diharap Jadi Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,71 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 6,47 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,34 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,73 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,55 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,21 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,05 persen,” tulis BPS merincikan.

Baca juga:  2022, Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat 2,01 Persen

Meskipun mayoritas kelompok pengeluaran mengalami kenaikan, terdapat tren penurunan harga pada sektor pendidikan dan transportasi. Sektor pendidikan tercatat mengalami penurunan indeks paling dalam sebesar 3,99 persen.

“Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pendidikan sebesar 3,99 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,96 persen; serta kelompok transportasi sebesar 0,25 persen,” sebut BPS dalam laporannya.

Baca juga:  Pengangguran di Papua Barat Turun, Pekerja Sektor Formal Capai 118.615 Orang

Adapun secara bulanan, pergerakan harga di Papua Barat terpantau relatif stabil dengan kenaikan tipis. Sebaliknya, angka inflasi tahun kalender justru menunjukkan tren deflasi.

“Papua Barat pada bulan Maret 2026 mengalami inflasi month to month (m-to-m) dan deflasi year to date (y-to-d) masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,58 persen,” lapor BPS. (*/red)

Latest articles

DOB Papua Utara, Tim Serahkan Aspirasi ke Waka DPR RI-Minta Segera...

0
MAKASSAR, LinkPapua.id – Tim Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Utara menyerahkan dokumen aspirasi masyarakat kepada Wakil Ketua (Waka) DPR RI Sufmi Dasco...

More like this

Bank Papua dan HIPMI Papua Barat Perkuat Kolaborasi, Dorong Pelaku UMKM Akses KUR

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bank Papua memperkuat kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua...

OJK Optimalkan SLIK, Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

JAKARTA, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengoptimalkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk...

OJK Edukasi 219 Ribu Warga Papua Barat dan PBD, Perkuat Literasi Keuangan-Pelindungan Konsumen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD)...