Kontraktor OAP Soroti Proyek Lambat, Biro Barjas Papua Barat Minta Bersabar

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat meminta kontraktor orang asli Papua (OAP) bersabar terkait lambannya realisasi proyek pemerintah daerah di Papua Barat. Biro Barjas menegaskan tidak memiliki kewenangan membagi paket pekerjaan proyek kepada kontraktor.

“Sering ada salah tafsir bahwa kami di Barjas membagi paket, dan itu tidak benar. Kami hanya mendata sesuai kualifikasi paket pekerjaan,” ujar Kepala Biro Barjas Setda Papua Barat Yakub Rikhard Kiriwenno di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (8/6/2026).

Baca juga:  Resmikan Klinik Pratama Pemprov Papua Barat, Ali Baham: Wujud Transformasi Kesehatan

Yakub mengatakan sorotan kontraktor OAP itu berkaitan dengan realisasi proyek pemerintah daerah tahun anggaran 2026. Menurutnya, sebagian proyek belum berjalan karena masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Dia menyebut Biro Barjas hanya mendata dan memproses paket pekerjaan sesuai klasifikasi dan ketentuan yang berlaku. Pihaknya tidak menentukan pembagian proyek kepada kontraktor.

Biro Barjas juga telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Rapat itu membahas kesiapan pelaksanaan proyek pemerintah daerah.

Baca juga:  JDP Yakin Dialog Multielemen akan Mengakhiri Konflik Panjang di Papua

“Hasil rapat akan kami sampaikan kepada gubernur setelah beliau berada di tempat,” katanya.

Yakub meminta kelompok kontraktor OAP tidak terburu-buru menyimpulkan adanya hambatan atau permainan dalam proses pengadaan proyek pemerintah. Dia meminta para kontraktor menunggu proses administrasi dan arahan lebih lanjut dari pemerintah provinsi.

Sementara itu, Yakub menyoroti masih adanya organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum menuntaskan penginputan paket pekerjaan ke sistem pengadaan. Dia menyebut keterlambatan administrasi di sejumlah OPD ikut mempengaruhi percepatan pelaksanaan proyek.

Baca juga:  Plt. Sekda Papua Barat: Butuh SDM Andal Kuatkan Potensi SAR Manokwari

“Masih ada sembilan OPD yang belum menyelesaikan input paket. Itu hanya masalah akun, tapi kami minta supaya lebih tertib dan seluruh paket bisa diinput 100 persen,” ucapnya.

Meski demikian, Yakub memastikan proses tender sudah mulai berjalan. Namun jumlah keseluruhan paket pekerjaan yang akan ditenderkan Pemerintah Provinsi Papua Barat masih dalam tahap pendataan. (LP14/red)

Latest articles

DPRK Teluk Wondama Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Minta Pemkab Benahi PAD

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 menjadi peraturan daerah. Meski...

More like this

Tak Terhalang Domisili, Peserta JKN Asal Biak Rasakan Pelayanan Optimal di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kabupaten Biak, Papua, tetap memperoleh...

Dominggus Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKI Betel Bremi, Sumbang 500 Sak Semen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung...

Raker Apindo Papua Barat Bahas Penguatan Investasi-Penciptaan Lapangan Kerja

MANOKWARI, LinkPapua.id– DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) I...