MANOKWARI, Linkpapua.id– 2 calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026–2030, saling beradu gagasan jika dipercaya memimpin wadah organisasi terbesar di Papua Barat.
Yosias Saroy memaparkan visi dan misinya dalam upaya membangun olahraga Papua Barat dengan mengedepankan potensi daerah serta kearifan lokal.
Hal ini disampaikannya pada Musorprovlub KONI Papua Barat pada Kamis (17/9/2026) malam.
Dalam penyampaiannya, Yosias menekankan pentingnya menjadikan potensi dan kearifan lokal sebagai bagian dari pengembangan olahraga sekaligus memperkuat identitas daerah.
“visi untuk mewujudkan olahraga Papua Barat yang maju, berprestasi, profesional, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional, dengan berlandaskan kearifan lokal dan semangat persatuan,”ujar Saroy.
Sementara itu, calon Ketua Umum KONI Papua Barat Mohamad Lakotani menyebut terdapat tujuh sapta yang menjadi landasan dalam memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga di Papua Barat.
Menurutnya, pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga harus mampu membangkitkan industri olahraga dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat maupun atlet.
“Salah satu program yang ditawarkan yakni membangun kalender event olahraga berbasis wisata. Konsep tersebut diharapkan dapat menggabungkan potensi olahraga dan pariwisata Papua Barat sehingga mampu menarik masyarakat dan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,”ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi atlet. Atlet, kata dia, harus mendapatkan perhatian tidak hanya ketika sedang bertanding, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi dan kemandirian setelah menjalani masa sebagai atlet.
Ia menegaskan komitmennya untuk mengembalikan marwah olahraga di Papua Barat sebagai wadah yang mempersatukan seluruh elemen masyarakat.
“Olahraga harus menjadi pemersatu. Tidak boleh ada pemisah suku, ras maupun agama. Olahraga harus menjadi ruang untuk membangun kekeluargaan,” ungkapnya.
Untuk memperkuat koordinasi organisasi, ia juga menawarkan pelaksanaan rapat kerja bersama seluruh pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga dan KONI. Raker tersebut dinilai penting untuk menyatukan program pembinaan serta menyusun arah pembangunan olahraga Papua Barat secara bersama-sama.
Selain itu, ia mendorong pendataan ulang terhadap aset KONI dan data atlet di Papua Barat. Pendataan tersebut dinilai menjadi bagian penting untuk mengetahui potensi, kebutuhan, serta kondisi pembinaan olahraga secara lebih akurat.
“Pendataan atlet dan aset harus dilakukan kembali agar kita mengetahui apa yang kita miliki dan bagaimana mendorong peningkatan prestasi olahraga di Papua Barat,” katanya.
Mola juga menggagas program pencarian bakat hingga ke kampung-kampung. KONI, menurutnya, tidak boleh hanya menunggu atlet muncul dari pusat-pusat kota, tetapi harus aktif turun ke daerah untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial.
Dalam pelaksanaannya, pencarian dan pembinaan bakat tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga potensi olahraga di seluruh wilayah Papua Barat dapat teridentifikasi dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Ia berharap visi dan misi yang disampaikan dapat menjadi dasar untuk membangun tata kelola olahraga Papua Barat yang lebih terarah, inklusif, serta berorientasi pada pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.(LP3/Red)











