Pasca-Lebaran Harga Kebutuhan Pokok di Manokwari Perlahan Naik

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com- Pasca-Lebaran Idul Fitri harga sejumlah komoditas pangan di Manokwari perlahan merangkak naik. Kenaikan diprediksi bakal berlangsung hingga Lebaran Idul Adha mendatang.

Tuti, salah seorang pedagang Pasar Wosi menuturkan kenaikan harga bahan pokok sudah terjadi sepekan setelah Lebaran. Meski tak terlalu signifikan, kenaikan tetap dirasakan oleh masyarakat.

“Ada beberapa yang naik. Contohnya seperti merica, pala, cabai, bawang merah, bawang putih memang sudah terjadi beberapa hari ini,” terang Tuti, Sabtu (27/4/2024).

Tuti mengatakan, kenaikan tak memengaruhi jumlah pembeli. Ia melihat, kenaikan harga ini seiring meningkatnya lagi konsumsi bahan kebutuhan pokok pasca berakhirnya hari raya.

“Banyak yang berbelanja guna memenuhi kebutuhan bahan pokonya yaitu contohnya bahan kebutuhan pokok dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, pala, tomat dan lain-lain karena mereka telah kembali dari kampung halamanya pasca perayaan lebaran. Pedagang juga aktif kembali berjualan oleh karena itulah ramai diserbu para pembeli,” jelasnya.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut akibat arus balik tambah Tuti karena barang-barang yang biasanya datang tepat waktu dari surabaya tang di angkut menggunakan kapal laut kini jadi molor karen lonjakan penumpang meningkat akhirnya pasokan bahan kebutuhan pokok dari luar daerah menjadi tertunda itulah yang menyebabkan harga bahan kebutuhan pokok naik tuturnya

Tuti mengatakan, pasokan bahan pokok juga mengalami hambatan dal beberapa hari. Kabarnya ituu terjadi karena distribusi via laut belum normal. Akibat berkurangnya pasokan pasar mengakibatkan naiknya harga barang.

“Makanya ada kenaikan ini. Katanya ada keterlambatan pasokan dari kapal laut yang memasok bahan pokon,” ucapnya.

Pemerintah dalam hal ini dirasa perlu menambah jumlah armada laut guna meningkatkan pasokan bahan kebutuhan pasar dari luar daerah. Sehingga pasca perayaan apapun yang menyebabkan antrean tidak mengurangi jumlah pasokan bahan kebutuhan pokok.

Saat ini bahan kebutuhan pokok di Papua Barat hampir 80% didatangkan dari Surabaya menggunakan kapal. Pemerintah sendiri mengakui, Papua Barat belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan bahan pokok di pasaran. Karena keterbatasan produksi di tingkat lokal.

“Rata-rata yang kami jual ini kan bahan pokok dari luar. Kalau dari dalam daerah sendiri masih belum mencukupi,” imbuhnya. (LP/13Red).

Latest articles

Minggu Kasih, Kapolres Mansel Hadir-Ibadah Bersama Umat Katolik di Oransbari

0
MANSEL, LinkPapua.id – Kapolres Manokwari Selatan (Mansel) AKBP Marzel Doni menghadiri ibadah bersama umat Katolik di Kampung Sindang Jaya, Distrik Oransbari, Kabupaten Mansel, Papua...

More like this

Hermus Targetkan RS Pratama Warmare Jadi Rujukan Pelayanan Kesehatan Warpramasi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah berkomitmen memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memadai bagi...

UNAIR Latih Kader Bencana di Manokwari Kelola Sampah dan Buat Eco-Enzyme

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kelompok 6 Universitas Airlangga (UNAIR) melatih 10...

Makanan Habis Terbagi, Satgas TMMD Ke-130 Tanamkan Budaya Antre kepada Anak-Anak Yamboi

‎MANSEL, LinkPapua.id – Senyum bahagia anak-anak Kampung Yamboi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi personel Satgas...