29 C
Manokwari
Jumat, April 10, 2026
29 C
Manokwari
More

    Pemprov Papua Barat Ingin Ekspor Kakao Ransiki Meningkat

    Published on

    Manokwari, Linkpapuabarat.com-Pemerintah Provinsi Papua Barat menginginkan ekspor biji kakao produksi petani dan koperasi Ribet Suth di Ransiki, Manokwari Selatan terus meningkat.

    “Permintaan buyer (pembeli) di luar negeri cukup tinggi, tapi untuk saat ini belum semua terpenuhi. Kita sedang mendorong agar produksinya meningkat sehingga bisa memenuhi kebutuhan ekspor,”ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Papua Barat Jacob Fonataba, Jumat (27/11)

    Dia menjelaskan luas keseluruhan perkebunan kakao bekas lahan operasi PT Coklat Ransiki itu sekitar 1.800 hektar. Dari luasan lahan itu baru sekitar 200 hektar yang intens berproduksi.

    Baca juga:  Rufaiman Latief Terpilih sebagai Ketua BPC HIPMI Manokwari

    Perkebunan ini sudah bertahun-tahun tidak dikelola karena perusahaan macet. Beberapa tahun terakhir masyarakat bersama pemerintah kabupaten setempat mulai berinisiatif untuk mengelola kembali dengan membentuk koperasi.

    Sejak koperasi berdiri, lanjut Fonataba, bertahap perkebunan itu mulai dikelola, bahkan saat ini sudah rutin melakukan pengiriman ke Surabaya. Sudah beberapa kali koperasi Eiber Suth melakukan ekspor ke Inggris.

    “Koperasi serta petani kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri. Kakao di Manokwari Selatan ini kualitas premium sehingga peminatnya banyak,” ujarnya lagi.

    Baca juga:  Kebutuhan Uang Tunai di Papua Barat Diproyeksikan Meningkat Jelang Nataru

    Pemprov akan terus menerus mendorong melalui program pengembangan serta pengadaan sarana prasarana pertanian.

    “Koperasi dan petani butuh dukungan. Disisi lain bapak gubernur menginginkan produksi kakao Ransiki terus digenjot,” ujarnya lagi

    Pada tahun 2020, sebut Fonataba, Pemprov Papua Barat maupun pusat sudah membantu masing-masing 50 hektar program peremajaan. Untuk tahun 2021 program serupa akan kembali dilaksanakan.

    “Dari APBN kami ajukan pengembangan 100 hektar, DIPA dari pemerintah pusat sudah turun. Kami belum sempat membuka dokumen, jadi belum tahu berapa yang direalisasikan,” katanya.

    Baca juga:  Ekonomi Papua Barat 2025 Tumbuh 6,46%, Melambat dari 2024

    Sedangkan untuk APBD Papua Barat tahun 2021, pihaknya pun berencana mengajukan program pengembangan kakao Manokwari Selatan seluas 100 hektar.

    Jacob menambahkan, saat ini koperasi Eiber Suth Ransiki sudah melakukan pengiriman secara rutin dua kali dalam sebulan ke Surabaya. Dalam setiap pengiriman koperasi ini baru mampu memenuhi 12 ton kakao kering.

    “Kalau 1800 hektar itu semua sudah beroperasi kita yakin produksinya akan meningkat drastis. Produksi 200 ton perbulan pasti bisa dicapai, bahkan bisa lebih lagi,” demikian Jacob Fonataba.(LPB1/red)

    Latest articles

    DPRP Papua Barat Bahas Perda Bantuan Hukum, Prioritaskan Masyarakat Miskin-OAP

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Bapemperda DPRP Papua Barat saat ini tengah membahas raperda bantuan hukum bagi masyarakat miskin. Regulasi ini menjadi prioritas untuk memberikan akses...

    More like this

    Swiss-Belhotel Manokwari Hadirkan Promo ‘Sego Sambel’, Rp150 Ribu Makan Sepuasnya

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Swiss-Belhotel Manokwari, Papua Barat, menghadirkan promo makan siang bertajuk 'Sego Sambel'...

    BPS: Rekreasi hingga Perawatan Pribadi Picu Inflasi Papua Barat Maret 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Provinsi Papua Barat mengalami inflasi sebesar...

    7 Komisioner OJK Resmi Dilantik di MA, Janji Perketat Pengawasan

    JAKARTA, LinkPapua.id - Tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2032...