Ekonomi Papua Barat 2025 Tumbuh 6,46%, Melambat dari 2024

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Papua Barat sepanjang tahun 2025 mencapai angka 6,46 persen. Meski tetap tumbuh positif, angka ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

“Ekonomi Papua Barat tahun 2025 tumbuh sebesar 6,46 persen, melambat dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 20,80 persen (c-to-c),” tulis BPS dalam laporannya, Selasa (10/2/2026).

Penurunan laju pertumbuhan ini terlihat signifikan dari selisih persentase tahunan yang mencapai belasan persen. Secara akumulatif, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Barat atas dasar harga berlaku kini telah menyentuh angka puluhan triliun rupiah.

Baca juga:  PKS ikut menangkan kepala daerah 4 kabupaten di Papua Barat

“Perekonomian Papua Barat tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp81.807,57 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp52.683,39 milliar,” jelasnya.

Dilihat dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi motor penggerak paling kencang selama setahun terakhir. Sementara dari sisi penggunaan, aktivitas ekspor masih mendominasi struktur ekonomi wilayah tersebut.

Baca juga:  BPS Papua Barat Akan Turunkan 8.000 Petugas Regsosek 2022

“Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,04 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 7,05 persen,” ungkapnya.

Memasuki penghujung tahun atau pada triwulan IV-2025, ekonomi Papua Barat tercatat tumbuh 2,54 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Menariknya, sektor jasa keuangan dan asuransi justru menunjukkan performa yang sangat impresif di periode ini.

Baca juga:  Yuk, Bantu Tuntaskan Regsosek 100 Persen di Papua Barat

“Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,75 persen,” pungkas BPS.

Lonjakan di akhir tahun ini juga dipicu oleh tingginya realisasi belanja pemerintah menjelang tutup buku. Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat kenaikan drastis hingga angka dua digit pada triwulan keempat.

“Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) sebesar 20,12 persen,” tutupnya. (*/red)

Latest articles

OJK Dukung Kepastian Hukum Penanganan Kredit Macet di Bank

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya kepastian hukum dalam penanganan kredit macet di sektor perbankan. Kepastian hukum dinilai perlu untuk mendukung...

More like this

OJK Dukung Kepastian Hukum Penanganan Kredit Macet di Bank

JAKARTA, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya kepastian hukum dalam penanganan kredit...

OJK dan Polda PBD Tingkatkan Kewaspadaan Aktivitas Keuangan Ilegal di Tambrauw

TAMBRAUW, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Polda Papua Barat Daya (PBD) meningkatkan...

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengawasan Ketat Program MBG di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren meminta pengawasan ketat...