Polisi Terus Kejar KKB Pelaku Penyerangan di Moskona

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Jajaran Polda Papua Barat dan Polres Teluk Bintuni terus melakukan pengejaran pelaku penyerangan sejumlah pekerja jalan trans Papua Barat di Kampung Meyerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat, Kombes Pol. Novia Jaya, mengatakan peran serta masyarakat sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku yang terduga kuat merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Baca juga:  Polri-TNI dan Masyarakat Berbaur dalam Olahraga Bersama HUT Bhayangkara

“Memang kita terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan. Dengan menyebar foto dan identitas pelaku diharapkan dapat mempersempit ruang gerak mereka serta masyarakat ikut melaporkan jika di sekitar wilayahnya menjumpai para pelaku tersebut. Karena tidak bisa ditampik kendala wilayah juga mempersulit pencarian kita. Mohon doanya agar dalam waktu dekat ini mereka bisa ditangkap,” kata Novia, Selasa (11/10/2022).

Baca juga:  Update Covid-19 Papua Barat: 772 Kasus Aktif, 335 Meninggal Dunia

Dikatakannya, pihaknya juga terus berupaya agar para pelaku tidak dapat keluar dari wilayah Teluk Bintuni dan sekitarnya. Pihak kepolisian juga akan memberikan jaminan keamanan agar pengerjaan jalan bisa terus berlanjut.

Baca juga:  Dukung Pertumbuhan UMKM, BI-Pemprov Papua Barat Luncurkan Program Kasuari

Sementara itu, terkait dengan sejumlah senjata api yang juga digunakan kelompok tersebut, Novia mengatakan senjata api tersebut merupakan rakitan dan rampasan dari anggota kepolisian.

Penyerangan yang terjadi pada awal Oktober lalu menyebabkan empat pekerja jalan meninggal dunia. Polisi sendiri telah menetapkan 12 pelaku penyerangan dalam daftar pencarian orang (DPO). (LP3/Red)

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y)...