MANOKWARI, LinkPapua.id – Penyidik Polresta Manokwari, Papua Barat, melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang terkait kasus pengeroyokan massal senior kepada junior di SMA Taruna Nusantara. Langkah hukum ini menindaklanjuti laporan resmi para orang tua korban yang tidak terima atas aksi kekerasan di lingkungan sekolah tersebut.
“Proses sedang berlangsung. Untuk sekarang sudah 12 orang yang kita periksa,” kata Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir saat memberikan keterangan, Kamis (23/4/2026).
Penyidik kepolisian terus bekerja mendalami peran masing-masing pihak dalam insiden yang terjadi pada Rabu (22/4) malam itu. Berdasarkan data sementara, polisi mencatat sekitar 30 orang senior diduga terlibat aktif dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Wakil Ketua DPRP Papua Barat Syamsudin Seknun turut turun langsung meninjau lokasi sekolah usai menerima kabar penganiayaan. Ia menyayangkan kekerasan tersebut terjadi di lembaga pendidikan yang seharusnya mendidik generasi muda.
“Kami akan kawal ini bahkan nanti akan bentuk tim agar mengawal proses hukum maupun proses evaluasi,” ujar Syamsudin usai meninjau lokasi SMA Taruna.
Syamsudin menegaskan DPRP Papua Barat akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat dan Kepala Sekolah SMA Taruna untuk rapat bersama. Dia merasa kecewa karena anggaran besar yang mengalir ke sekolah justru berakhir dengan insiden yang mencederai citra pendidikan.
“Jangan sampai timbul persepsi tidak baik dari masyarakat, kita sudah gelontorkan uang begitu banyak agar bagaimana sekolah mendidik anak anak generasi muda namun dicederai dengan hal seperti ini, kami kecewa,” tegas Syamsudin. (LP2/red)
