MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat memastikan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) akan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Berbagai program mulai dari pelayanan pengobatan gratis, pemberian gizi anak, hingga pembangunan rumah layak huni disiapkan untuk warga di wilayah terpencil tersebut.
“Yang jelas saya ingatkan, sasaran kegiatan ini adalah masyarakat harus mendapatkan manfaat,” tegas Asisten II Setda Papua Barat Melkias Werinussa saat mewakili Gubernur Dominggus Mandacan dalam rapat pemantapan di Manokwari, Jumat (20/2/2026).
Melkias menyampaikan seluruh OPD wajib menyelaraskan program APBD 2026 dengan agenda PKK di Pegaf. Hal ini bertujuan agar kehadiran pemerintah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga di pegunungan.
“10 program pokok PKK memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai sektor pemerintahan, mulai dari kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, hingga kehutanan dan perikanan,” lanjut Melkias.
Ketua TP-PKK Papua Barat Juliana A Mandacan menjelaskan pelaksanaan di Pegaf dirancang lebih adaptif terhadap kondisi geografis daerah. Fokus kegiatan kali ini adalah intervensi langsung pada sektor kesehatan, sosial, dan pendidikan bagi keluarga lokal.
“Sejumlah program yang direncanakan meliputi pelayanan pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan dan susu bagi anak, bantuan sosial, edukasi perlindungan anak, sosialisasi administrasi kependudukan, hingga penyediaan sudut baca bagi pelajar,” papar Juliana dalam laporannya.
Selain bantuan sosial, sektor ekonomi dan ketahanan pangan juga menjadi prioritas melalui pemanfaatan komoditas lokal. TP-PKK bakal menginisiasi penanaman bibit umbi-umbian dan sayuran, sekaligus membangun dua unit rumah layak huni sebagai percontohan rumah sehat.
“Di sektor ekonomi dan ketahanan pangan, TP-PKK menyiapkan penanaman bibit umbi-umbian, sayuran dan buah, serta demonstrasi pengolahan pangan lokal. Selain itu, akan dibangun dua unit rumah layak huni sebagai model rumah sehat bagi keluarga,” tambah Juliana.
Pemerintah juga berencana mendorong potensi wisata hortikultura melalui pengembangan kebun bunga dan aksi penghijauan. Meski demikian, kesiapan teknis distribusi bantuan menjadi catatan penting mengingat akses menuju Pegaf yang cukup menantang.
Momentum HKG PKK di daerah ini dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang sebelum menuju puncak peringatan nasional di Makassar pada Juli 2026. Integrasi program lintas sektor diharapkan membuat pemberdayaan keluarga di Papua Barat benar-benar menyentuh wilayah pelosok. (LP14/red)
