TELUK BINTUNI, LinkPapua.id– Warga muslim dilibatkan menyambut peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni. Penyambutan itu menjadi simbol toleransi yang ditunjukkan tuan rumah menjelang pembukaan Pesparani IV Papua Barat.
“Saya merasa bangga dan bersukacita dapat menyambut Bapak, Ibu, serta seluruh peserta di Kabupaten Teluk Bintuni,” ujar Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara saat menyambut Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik dan rombongan di Bandara Stenkol Bintuni, Distrik Bintuni, Senin (6/7/2026).
Teluk Bintuni menjadi tuan rumah Pesparani Katolik IV Papua Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 7-10 Juli 2026. Penyambutan peserta dipadukan dengan kearifan lokal sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh kontingen yang hadir.
Joko menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Dia mengatakan momentum tersebut menjadi kesempatan menunjukkan wajah Papua Barat yang ramah kepada para tamu.
Joko menegaskan Pesparani bukan semata-mata ajang kompetisi untuk mencari juara. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang pembinaan iman, seni, dan budaya liturgi gereja Katolik yang hidup berdampingan di tengah masyarakat Papua Barat yang majemuk.
“Pesparani bukan hanya tentang meraih prestasi, tetapi menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta memuliakan Tuhan melalui pujian dan nyanyian. Dari Bintuni, ia ingin mengirim pesan bahwa Papua Barat adalah rumah bersama yang damai, toleran, dan penuh kasih,” katanya.
Pemintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni membuat terobosan dengan melibatkan warga muslim dalam penyambutan peserta. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlihatkan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi di Bumi Sisar Matiti. (LP5/red)
