104 KK Terdampak-5 Bangunan Rusak Usai Banjir Rendam Wefra Fakfak

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Bencana banjir hidrometeorologi merendam Kampung Wefra, Distrik Furwagi, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat mencatat sedikitnya 104 kepala keluarga (KK) terdampak dan 5 bangunan mengalami kerusakan akibat peristiwa yang dipicu curah hujan tinggi tersebut.

Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, mengungkapkan ratusan warga menjadi korban dan beberapa fasilitas rusak parah. Berdasarkan laporan terbaru, banjir telah surut.

Baca juga:  Derek Ampnir Sebut Komunikasi Edukasi ke Masyarakat Masih Kurang, Salah Satunya Soal Vaksin

“Menurut data kami, ada 104 kepala keluarga yang terdampak banjir, 4 rumah warga dan 1 tempat ibadah mengalami kerusakan serta 1 tower roboh,” ujar Derek dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

Banjir terjadi pada Rabu (10/12/2025) setelah wilayah tersebut dilanda curah hujan tinggi disertai angin kencang. Kondisi ini menyebabkan air sungai meluap drastis hingga menggenangi permukiman warga.

BPBD Fakfak telah bergerak cepat untuk menangani dampak bencana di lapangan. Tim harus menggunakan perahu atau longboat untuk menjangkau lokasi terdampak yang terisolasi.

Baca juga:  Ali Baham Ungkap 2 'PR' Besar untuk Menunjang Mutu Pendidikan di Papua Barat

“Penanganannya, BPBD Kabupaten Fakfak telah berkomunikasi dengan aparat kampung untuk mengetahui kondisi terkini serta mendata jumlah korban yang terdampak,” kata Derek.

Meskipun banjir dilaporkan telah surut, beberapa fasilitas vital mengalami kerusakan. Ampnir mengapresiasi respons cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak yang segera melakukan koordinasi penanganan.

Lebih lanjut, Derek menyampaikan sebelum banjir besar pada 10 Desember, wilayah pesisir Fakfak sempat mengalami banjir rob pada 7 Desember. Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar memperkuat kesadaran mitigasi bencana.

Baca juga:  Revisi PP Nomor 106 Tahun 2021, DPR Papua Barat Siapkan Langkah Strategis Kawal Aspirasi MKKS

Kesadaran mitigasi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sungai dan pantai serta tidak melakukan penebangan pohon sembarangan. Dia juga merinci bahwa di Papua Barat, tingkat kerawanan banjir tertinggi ada di Kabupaten Teluk Wondama, disusul Manokwari, dan kemudian Fakfak. (LP14/red)

 

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

HUT ke-38 SMA 2 Manokwari, Hermus Dorong Alumni Perkuat Kontribusi untuk Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou mendorong keluarga besar dan alumni SMA Negeri 2 Manokwari...