14 Nakes Disuntik Vaksin Corona di Puskesmas Menimeri

Published on

BINTUNI, Linkpapuabarat.com- Proses vaksinasi COVID-19 digelar di Puskesmas Menimeri, kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (4/2/21). Sebanyak 14 dari 52 tenaga kesehatan di puskesmas ini telah mendapat suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama.

Sebelum disuntuk vaksin, mereka harus melewati sejumlah tahapan, seperti pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan.

Kadin kesehatan Teluk Bintuni, Fanky D mobilala, mengatakan vaksinasi di puskesmas Menimeri akan dilaksanakan selama 3 hari (3-5) Februari 2021.Dirinya berharap sekitar 800 nakes yang ada di kabupaten Teluk Bintuni bisa tervaksinasi pada tahap pertama ini.

“Karena kita nakes adalah garda terdepan jadi semua harus terlebih dahulu, setelah itu baru melayani masyarakat umum,” jelas Fanky D mobilala.

Dirinya menambahkan setelah divaksin, nakes akan terus  mensosialisasikan pentingnya vaksin COVID-19 kepada masyarakat.

“Vaksin ini penting untuk sistem  kekebalan imun dalam tubuh. Kita berharap setelah tahapan vaksinasi terhadap petugas medis, TNI/POLRI selesai, masyarkat akan  berbondong-bondong mengikuti vaksinasi di tempat yang sudah di sediakan oleh Dinkes,” pungkas Fanky D mobilala. (LPB5/red)

Latest articles

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI). Dalam...

More like this

Kurasi Sastra Lisan 7 Suku, Wabup Bintuni Minta Segera Dibukukan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta sastra lisan...

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat...

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...