Soal Keterlambatan Gaji ASN Bintuni, BPKAD Janji Cair Pekan Depan

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Teluk Bintuni mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji ASN bulan Februari. BPKAD menyebut keterlambatan terjadi karena proses transfer DAU dari pusat yang tertunda.

“Dana transfer dari pusat belum masuk. Kalau transfer itu masuk, baru kita bayar gaji, dan bayar yang lain-lain,” ungkap Kepala BPKAD Teluk Bintuni Herman Kayame saat dikonfirmasi Rabu (2/3/2022).

Herman Kayame menjelaskan alasan keterlambatan transfer DAU. Menurutnya, ada mekanisme yang harus dilalui. Selain itu, nilai transfer juga terbilang besar. Pemerintah pusat setiap bulannya mentransfer DAU sebesar Rp41 miliar.

Baca juga:  Pemda Bintuni-PLN Janji Segera Atasi Pemadaman di Distrik Sumuri

Menurut Herman itu dampak dari APBD Teluk Bintuni belum ada perda dan perbupnya.

“Di bulan Januari lalu sebenarnya saya juga belum boleh bayar, karena itu saya mendahului APBD. Tapi itu terpaksa kita bayar” tegasnya

Dipaparkan Herman, pihaknya telah berupaya memohon ke Pemerintah Pusat, agar pekan lalu bisa dilakukan transfer. Permohonan itu akhirnya ditanggapi namun batal dibayarkan pekan lalu.

Baca juga:  Kasihiw Cerita Sudah Kunjungi 50 Masjid Selama Ramadan, Titip Pesan Toleransi

“Di pekan lalu kita sudah mau bayar, tapi pihak BPD ada libur, karena hampir semua karyawan kena Covid-19,” jelasnya

Pihaknya telah membuat surat perintah pencairan dana (SP2D) nya guna proses pembayaran gaji ASN. Kata Herman, pembayaran akan dilakukan paling lambat pekan depan.

Ia juga mengatakan, ASN akan mendapat gaji rapelan dua bulan yakni Februari dan Maret.

Sementara itu menanggapi kritik soal pengelolaan keuangan daerah yang dinilai jelek, Herman mengaku tak sepakat. Sebab menurutnya keterlambatan ini bukan soal pengelolaan.

Baca juga:  Wabup Joko Minta PPPK Nakes Bintuni Kerja Semangat Usai Terima SK

“Saya tidak sepakat ada yang bilang, pengelolaan keuangan daerah jelek, saya sudah dua tahun berjuang melayani di Bintuni,” ucap Herman.

Sementara soal nasib honorer, Herman mengatakan, tenaga honorer pembuatan kontraknya dilakukan dalam setiap tahun. Sehingga gaji yang bersangkutan dapat terbayarkan.

“Bintuni tidak punya pabrik uang, Bintuni selama ini menunggu transferan dari pusat,” pungkasnya. (LP5/Red)

Latest articles

Tak Ada Pesaing, Haryono May Berpeluang Pimpin Golkar Manokwari Lagi

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Manokwari resmi menutup penjaringan calon Ketua DPD Partai Golkar Manokwari pada Selasa...

More like this

SOKSI Nyatakan Dukungan Penuh untuk Ayor Kosepa di Musda Golkar Teluk Bintuni

MANOKWARI, Linkpapua.id- Dukungan politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Partai Golkar Kabupaten Teluk Bintuni...

Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Bintuni Lancar, Wabup Beri Apresiasi

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Upacara penurunan bendera merah putih dalam rangka HUT ke-81 kemerdekaan...

Bupati Bintuni Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI, Ajak Warga Jaga Semangat Kebersamaan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy memimpin upacara peringatan HUT ke-81...