Tinggal 2 Bulan, Sekda Papua Barat Ingatkan OPD Tak Tumpuk Kerjaan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat penyelesaian program dan kegiatan tahun anggaran 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat kini hanya memiliki dua bulan, yakni November dan Desember, untuk menuntaskan pekerjaan administrasi maupun fisik.

“Ini sudah awal bulan Oktober, menyisakan November dan Desember, berarti hanya ada dua kali lagi Senin awal bulan,” ujar Ali Baham di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (5/10/2026).

Keterbatasan waktu tersebut menjadi perhatian bagi seluruh pimpinan OPD karena pekerjaan pemerintah tersebar di tujuh kabupaten di Papua Barat. Pengawasan diperlukan agar pelaksanaan program di lapangan tetap berjalan sesuai rencana hingga akhir tahun anggaran.

Baca juga:  Wapres Gibran Dijadwalkan Buka Pesparawi Nasional XIV, Forkopimda Papua Barat Matangkan Kesiapan

Ali Baham mengingatkan OPD tidak menunggu pengujung tahun untuk menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya dilakukan secara bertahap. Penundaan berisiko membuat pekerjaan fisik menumpuk dan mendorong pelaksanaan kegiatan secara terburu-buru.

Menurutnya, percepatan pekerjaan tidak boleh hanya diarahkan untuk meningkatkan serapan APBD. Kualitas pekerjaan dan manfaat anggaran bagi masyarakat tetap harus menjadi ukuran dalam pelaksanaan program pemerintah.

Tingginya serapan APBD, kata Ali Baham, tidak otomatis menunjukkan keberhasilan pembangunan jika pekerjaan fisik belum selesai. Pemerintah juga harus memastikan hasil belanja memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga:  Gubernur Dominggus Dijadwalkan Buka Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni

Ali Baham meminta seluruh tugas dan tanggung jawab OPD berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu mencakup penyelesaian administrasi sekaligus pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.

Pengawasan menjadi perhatian karena program pemerintah tidak hanya berlangsung di lingkungan perkantoran Pemprov Papua Barat. OPD harus memastikan kondisi pekerjaan di tujuh kabupaten sesuai dengan laporan administrasi yang disampaikan.

Selain itu, setiap kendala yang menghambat pelaksanaan program diminta segera diidentifikasi dan ditangani. Evaluasi juga perlu melihat kemajuan fisik dan manfaat kegiatan, bukan hanya angka realisasi anggaran.

Baca juga:  Yasman Yasir Pimpin Rapat Perdana DPW PPP Papua Barat, Bahas Agenda Penting Partai

Dengan sisa waktu dua bulan, Ali Baham meminta OPD memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan secara terukur. Dia menegaskan seluruh tanggung jawab pemerintah pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi masyarakat Papua Barat.

“Dengan waktu yang semakin terbatas, dua bulan terakhir tahun anggaran 2026 harus menjadi momentum bagi seluruh OPD untuk membuktikan kinerja, bukan sekadar mengejar angka serapan APBD. Setiap anggaran yang dibelanjakan harus menghasilkan pekerjaan berkualitas dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya. (LP14/red)

Latest articles

Permendagri 17/2026 Jadi Rujukan Anggaran Papua Barat, Sekda Buka Ruang Konsultasi

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan anggaran 2027 memahami aturan yang menjadi...

More like this

Permendagri 17/2026 Jadi Rujukan Anggaran Papua Barat, Sekda Buka Ruang Konsultasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh pihak...

PSSI Papua Barat Mulai Tahapan Pemilihan Ketua, Pendaftaran Dibuka 5-9 Oktober

MANOKWARI, LinkPapua.id – Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Barat...

Nilai Ekspor Papua Barat Agustus 2026 Melonjak Jadi US$297,51 Juta, Didominasi Bahan Bakar Mineral

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat pada Agustus 2026 melonjak menjadi US$297,51 juta....