Triwulan II 2022, Ekonomi Papua Barat Tumbuh 6,07 Persen

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat pada triwulan II 2022 pertumbuhan ekonomi Papua Barat mengalami pertumbuhan dibanding dengan triwulan I 2022.

Hal ini disampaikan langsung Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, saat rilis pertumbuhan ekonomi Papua Barat triwulan II 2022.

Maritje menjelaskan pertumbuhan ekonomi Papua Barat dengan minyak dan gas bumi (migas) triwulan II 2022 dibanding triwulan I 2022 mengalami pertumbuhan 0,04 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,04 persen. Sementara, dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 32,52 persen.

Baca juga:  Kunjungan ke Pegaf, Pj Gubernur Papua Barat Minta Hentikan Kebiasaan Menikah Muda

“Ekonomi Papua Barat dengan minyak dan gas bumi (migas) triwulan II 2022 terhadap triwulan II 2021 tumbuh sebesar 6,07 persen (y-on-y). Sedangkan ekonomi Papua Barat tanpa minyak dan gas bumi (non migas) triwulan II 2022 terhadap triwulan II 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,28 persen (y-on-y),” ujarnya, Jumat (5/8/2022).

Dari sisi lapangan usaha secara y-on-y, pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (-0,09 persen), serta komponen jasa kesehatan dan kegiatan sosial wajib (-0,18 persen).

“Pertumbuhan ini secara umum disebabkan oleh kinerja perekonomian domestik membaik secara bertahap yang dipengaruhi oleh kembali membaiknya kinerja beberapa lapangan usaha penopang perekonomian utama Papua Barat dibandingkan kinerja pada triwulan II 2021,” paparnya.

Baca juga:  900 Ribu Orang Wisata ke Papua Barat Sepanjang 2025, Ini Rinciannya

Pertumbuhan tertinggi dialami oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum yang mencapai 14,17 persen. Dari sisi pengeluaran secara y-on-y, pertumbuhan dialami oleh tiga komponen penyusun PDRB menurut pengeluaran.

Pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh tertinggi mencapai 6,34 persen. Selanjutnya, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 4,22 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh sebesar 3,09 persen.

Meski demikian, komponen pengeluaran lainnya mengalami kinerja negatif dibandingkan triwulan II 2021. Secara y-on-y, pembentukan modal tetap bruto mengalami kontraksi sebesar 3,54 persen, ekspor luar negeri mengalami kontraksi sebesar 9,43 persen, sedangkan impor luar negeri mengalami kontraksi sebesar 63,17 persen.

Baca juga:  Ekspor Papua Barat dan Papua Barat Daya Kompak Turun di April 2025

“Secara spasial, Pulau Maluku dan Pulau Papua hanya memberikan kontribusi sebesar 2,51 persen terhadap perekonomian Indonesia di triwulan II 2022. Kontribusi ini sangat kecil dibandingkan dengan kontribusi ekonomi dari wilayah lain seperti Pulau Jawa maupun Sumatera,” jelasnya.

Provinsi Papua memberikan kontribusi ekonomi terbesar dalam lingkup pulau Maluku dan Papua hingga mencapai 55,14 persen. Selanjutnya, Papua Barat memberikan kontribusi hingga 19,03 persen. (LP9/Red)

Latest articles

Haryono May: Pengelolaan Sampah Butuh Formulasi yang Tepat

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Anggota DPRK Manokwari Haryono M.K. May meminta agar pengelolaan sampah di Kabupaten Manokwari dapat ditingkatkan sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih...

More like this

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengawasan Ketat Program MBG di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren meminta pengawasan ketat...

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengelola MBG di Manokwari: Jangan Cuma Cari Untung!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren memberikan peringatan kepada...

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan...