Usulan Penambahan Kuota BBM, Senator Papua Barat Minta Pengawasan Distribusi Jadi Perhatian

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Penambahan kuota BBM jadi wacana hangat di tengah antrean yang kerap terjadi di SPBU di Manokwari maupun beberapa daerah di Papua Barat. Antrean ditengarai terjadi karena stok dan kebutuhan BBM yang tidak seimbang.

Hal itu juga mendapat sorotan dari anggota DPD RI perwakilan Papua Barat, Mamberob Yosephus Rumakiek. Menurutnya, selain penambahan kuota, yang juga perlu menjadi perhatian adalah pengawasan distribusi BBM tersebut.

Baca juga:  Pangdam Kasuari Dukung dan Apresiasi ToT Kodim 1801/Manokwari

“Memang kondisi ini menjadi krisis global terlebih adanya wacana kenaikan harga BBM, tetapi salah satu persoalannya adalah kuotanya. Dalam beberapa kali rapat dengan Kementrian ESDM maupun Pertamina ini sudah saya sampaikan agar ada penambahan kuota atau penambahan SPBU di daerah-daerah. Tetapi, bagi saya yang tidak kalah penting juga adalah pengawasan distribusinya,” ujar Mamberob, Kamis (1/9/2022).

Baca juga:  Ratusan Kepala dan Perangkat Kampung di Manokwari Ikuti Pelatihan Penyusunan RPJM Kampung

Diduga ada praktik-praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang seharusnya untuk penggunaan nonindustri justru digunakan untuk keperluan industri.

“Dalam proses distribusi harus dipastikan bahwa distribusi BBM subsidi memang diperuntukkan bagi yang berhak. Karena akibat antrean BBM tentu sangat berpengaruh pada masyarakat karena mereka menghabiskan banyak waktu untuk antre BBM. Apalagi kendaraan-kendaraan pengangkut logistik sehingga bisa berdampak ke kelangkaan barang ujung-ujungnya menyebabkan inflasi,” jelas dia.

Baca juga:  Baliho Balon DPD RI Bertebaran, Ini Tanggapan Bawaslu Papua Barat

Menurutnya, berapa pun stok yang disiapkan jika tidak diimbangi dengan pengawasan akan berpotensi menyebabkan keterbatasan stok BBM. Sejumlah upaya untuk meminimalkan penyalahgunaan BBM subsidi yang dilakukan Pertamina termasuk menggunakan aplikasi My Pertamina belum efektif dalam pemenuhan kebutuhan BBM. (LP3/Red)

Latest articles

Insinerator Belum Berizin, RSUP Papua Barat Masih Kirim Limbah Medis ke...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat masih mengirim limbah medis ke perusahaan pengelola di Bekasi, Jawa Barat, karena insinerator milik...

More like this

Insinerator Belum Berizin, RSUP Papua Barat Masih Kirim Limbah Medis ke Luar Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat masih mengirim limbah medis...

Tinggal 2 Bulan, Sekda Papua Barat Ingatkan OPD Tak Tumpuk Kerjaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh organisasi...

Permendagri 17/2026 Jadi Rujukan Anggaran Papua Barat, Sekda Buka Ruang Konsultasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh pihak...