Sekda Papua Barat Minta Dukung Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Nataniel D. Mandacan, membuka rapat koordinasi (rakor) pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) “Mencatat untuk Membangun Negeri”, Kamis (15/9/2022), di salah satu hotel di Kabupaten Manokwari.

Nataniel mengatakan, dalam dua tahun terakhir, 2020-2021, upaya membangun Indonesia dan khususnya memajukan Papua Barat terkendala tantangan berat dengan adanya pandemi Covid-19. Perekonomian terkontraksi, pengangguran naik, dan angka kemiskinan pun kembali meningkat.

Menurutnya, dampak ini kemungkinan akan terus berlanjut karena kondisi global yang tidak menentu di tengah upaya pemulihan adaptasi karena pandemi. Peningkatan harga atau inflasi yang tinggi, jika tidak disertai dengan peningkatan pendapatan atau pengeluaran rumah tangga di atas kenaikan inflasi, maka berpeluang bisa berdampak pada peningkatan kemiskinan.

Baca juga:  Tak Sependapat Bawaslu, Ketua DPRPB Nilai DPS Pegaf Sesuai Kondisi Terkini

“Rencana kerja pemerintah tahun 2021 dan 2022 dicetuskan tiga reformasi struktural, yaitu reformasi sistem kesehatan, reformasi sistem kebencanaan, dan reformasi sistem perlindungan sosial yang menyeluruh bagi seluruh penduduk,” ungkapnya.

Kata dia, reformasi sistem perlindungan sosial diperlukan sebagai perbaikan mekanisme pelaksanaan program perlindungan sosial bagi seluruh warga negara berdasarkan kerentanan agar memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat waktu, mudah, akuntabel, dan responsif terhadap kondisi bencana.

Baca juga:  Tok! DPR RI Setujui Papua Barat Daya Jadi Provinsi Ke-38 Indonesia

Dia mengungkapkan, pendataan awal Regsosek akan menghasilkan data terpadu tidak hanya untuk program perlindungan sosial melainkan keseluruhan program yang dibutuhkan masyarakat untuk kebijakan pemerintah yang lebih terarah.

Selain itu, juga digunakan untuk kepentingan perencanaan dan evaluasi pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan juga desa/kelurahan.

“Kita pun membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat untuk menerima petugas dengan baik serta memberikan jawaban yang benar dan jujur. Mari bersama-sama kita membangun negeri melalui Regsosek,” ucapnya.

Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, sebagai lembaga penyedia data telah diberikan tanggung jawab besar untuk melaksanakan pendataan awal Regsosek menuju satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga:  10 ASN Pemprov Papua Barat Belum Sampaikan LHKPN, Kepala Inspektorat: Ada Kepala Dinas

Kegiatan pendataan akan dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk di Papua Barat, pada 15 Oktober hingga 14 November 2022.

Rakor antar organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait ini akan dilakukan secara berjenjang, dari pemerintah provinsi hingga ke kabupaten/kota.

“Kita semua berharap bahwa dengan rapat koordinasi ini akan terbangun kolaborasi yang apik dalam mendukung pelaksanaan pendataan awal Regsosek di Papua Barat,” tandasnya. (LP9/Red)

Latest articles

Pengurus PORDI Papua Barat Bertabur Anggota Dewan, Haryono May Siapkan Event...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat resmi dilantik pada Sabtu (7/11/2026). Menariknya, kepengurusan organisasi olahraga masyarakat ini...

More like this

Pengurus PORDI Papua Barat Bertabur Anggota Dewan, Haryono May Siapkan Event Nasional

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat...

KNPI Papua Barat Desak Presiden Evaluasi Pemangkasan DBH Migas Otsus 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat mendesak Presiden Prabowo...

DBH Migas Papua Barat Dipangkas 80 Persen, DPRP Siapkan Perlawanan Lewat Jalur Politik

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat menyiapkan perlawanan melalui jalur politik dan komunikasi langsung...