Ali Baham: Papua Barat tak Boleh Sekadar Daerah Konservasi, Harus juga Sejahtera

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, Papua Barat berdasarkan RPJMD 2025-2045 diproyeksi menjadi wilayah konservasi. Ali Baham menyebut, PB tak boleh sekadar jadi daerah konservasi, tapi juga harus menikmati kesejahteraan.

Hal ini disampaikan Ali Baham saat memberikan sambutan dalam kegiatan Kick Off Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Papua Barat Tahun 2025 – 2045 di Ballroom Aston New, Manokwari, Senin (11/12/2023).

Ali Baham berharap, dalam RPJPD nanti menghadirkan konsep perencanaan pembangunan yang efisien, efektif, partisipatif, dan akuntabel. Di mana akan tergambar bagaimana wajah Provinsi Papua Barat 20 tahun ke depan.

Baca juga:  Diperiksa 10 Jam di Bareskrim Polri, Firli Bahuri tak Ditahan

“Ini sangat penting, karena ada hubungannya dengan syarat adanya pemerintah Provinsi Papua Barat. Yang pertama soal wilayahnya, soal pemerintahnya soal penduduknya dan soal pengakuan batas wilayahnya”, jelasnya

Ali mengungkapkan bahwa sampai saat ini batas wilayah Provinsi Papua Barat masih bermasalah. Mau tidak mau kata dia, ini akan memengaruhi investasi.

“Persoalan investasi kita di daerah provinsi Papua Barat. Kita disebut provinsi konservasi. Tetapi konservasi juga harus menghasilkan uang. Bukan konservasi sumber daya di Biak lantas kita tidak punya apa-apa, harus bisa di kelola”, katanya

Baca juga:  Silaturahmi Pemda Fakfak, Ali Baham Motivasi dan Titip Pesan ke Alumni IPDN

Ia menjelaskan dalam skenario 20 tahun mendatang harus bisa menggambarkan tentang Provinsi Papua Barat yang tetap dalam Provinsi Konservasi. Di mana masyarakatnya juga harus sejahtera dengan konservasi itu.

“Tetap konservasi tetapi harus sejahtera juga masyarakatnya, dengan lautnya, dengan pariwisatanya. Tidak bisa karena konservasi kita hanya menonton saja. Kemudian masyarakat hidup dalam kemiskinan ekstrem, masyarakat dalam keadaan gizi buruk, masyarakat ada yang putus sekolah, dan dengan keadaan stunting, tetapi aneh bin ajaib potensi kita yang luar biasa ini”, papar Ali Baham.

Baca juga:  KPU Papua Barat Tetapkan DPT Pemilu 2024 Sebanyak 385.465

Ali berharap kepala Bappeda dapat menggambarkan tentang skenario itu.
Yang paling penting, adalah menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkeadilan.

“Investasi tersebut nantinya dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah juga bisa mendongkrak ekonomi di masyarakat,” imbuh Ali Baham. (LP12/red)

Latest articles

Jelang Musda, Golkar Manokwari Siapkan Tahapan Pendaftaran Calon Ketua

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Manokwari, panitia penyelenggara memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan.Ketua Panitia Penyelenggara Musda Partai Golkar...

More like this

Hasil Seleksi Ketat, Papua Barat Siapkan 30 Penyanyi untuk Paduan Suara Upacara HUT Ke-81 RI

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyiapkan 30 anggota paduan suara untuk...

Pemkab Bintuni Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025, Realisasi Pendapatan Rp2,62 Triliun

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, menyampaikan Rancangan Peraturan...

Aspirasi Orang Tua dan Siswa Membuahkan Hasil, Pemda Manokwari Tambah Rombongan Belajar di SMA Negeri 1 Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id – Perjuangan panjang puluhan calon siswa bersama orang tua untuk memperoleh kursi...