Pj Gubernur Ali Baham Puji Kontribusi Muhammadiyah di Bidang Pendidikan-Teknologi

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com -Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere menghadiri Rapat Kerja dan Penguatan Ideopolitor (Ideologi Politik dan Organisasi) Muhammadyah yang digelar di Manokwari, Jumat (12/1/2024). Ali Baham mengakui kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan dan ideologi.

Ia berpesan, Muhammadyah dan Aisyiyah merupakan kekuatan yang diakui keberadaannya. Karena itu, Muhammadiyah harus selalu istiqomah, ikhlas dan mengedepankan kepentingan umat.

“Muhammadiyah senantiasa dituntut memberi sumbangsih bagi bangsa dan seluruh lembaga yang bernaung di bawah organisasi tersebut. Agar berperan dalam pengembangan di bidang pendidikan terutama di Provinsi Papua Barat,” ujar Ali Baham.

Baca juga:  Papua Barat Alami Silpa Rp1 Triliun Lebih pada Perubahan APBD 2022

Dikatakannya, sebagai pemerintah daerah, ia mendorong agar lebih banyak lagi organisasi keumatan yang konsen di bidang pendidikan. Menurut Ali Baham, pendidikan adalah kunci utama melahirkan generasi emas di masa datang.

“Bagaimana kita terus mencetak sumber daya manusia di Papua Barat, agar kita bisa maju sejajar dengan daerah lain di berbagai bidang,” harapnya.

Ali Baham juga menyinggung, soal otonomi khusus serta dampaknya pada kemakmuran rakyat. Ia menjelaskan, otoda pada prinsipnya bertujuan mendekatkan rakyat pada kesejahteraan.

Baca juga:  Pj Gubernur Ali Baham Jadi Khatib Salat Id di Manokwari, Serukan Keteladanan Nabi Ibrahim

Karenanya, otsus harus senantiasa dievaluasi dari berbagai sisi. Sehingga benar benar menyentuh kemaslahatan rakyat.

Secara khusus Ali Baham mengingatkan Muhammadiyah untuk terus melakukan evaluasi. Termasuk mengevaluasi sumbangan ektsternal dari pemerintah daerah atau dari manapun terhadap Muhammadyah.

“Semua hal ini harus dievaluasi dan dicatat dengan baik, serta memberikan penghargaan kepada semua yang berkontribusi dalam pengembangan Muhammadyah di Papua Barat,” katanya.

Dorong Kerukunan Beragama

Ali Baham menceritakan sejarah masuknya Islam di tanah Papua. Ia juga mengisahkan bagaimana Ottow dan Geisler yang membawa Injil pertama kali di Mansinam Manokwari Papua Barat. Di mana keduanya diantar menggunakan kapal oleh orang – orang Islam dari Kesultanan Tidore.

Baca juga:  Ali Baham Ingatkan Peran Distrik-Kampung di Mansel sebagai Kunci Pembangunan

“Oleh karena itu saya berharap agar semua agama di Papua khususnya Papua Barat dapat hidup rukun. Saya juga berpesan agar selalu menyediakan makanan lokal di setiap acara – acara resmi yang diselenggarakan di Provinsi Papua Barat,” imbuhnya. (LP12/red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam...

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Patrick Meyer Dorong Penguatan Anggaran Perumda Minyei Arfak

MANOKWARI, Linkpapua.id-Anggota Komisi II DPRK Manokwari Patrick Y. Meyer mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan...