Pj Gubernur Ali Baham Puji Kontribusi Muhammadiyah di Bidang Pendidikan-Teknologi

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com -Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere menghadiri Rapat Kerja dan Penguatan Ideopolitor (Ideologi Politik dan Organisasi) Muhammadyah yang digelar di Manokwari, Jumat (12/1/2024). Ali Baham mengakui kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan dan ideologi.

Ia berpesan, Muhammadyah dan Aisyiyah merupakan kekuatan yang diakui keberadaannya. Karena itu, Muhammadiyah harus selalu istiqomah, ikhlas dan mengedepankan kepentingan umat.

“Muhammadiyah senantiasa dituntut memberi sumbangsih bagi bangsa dan seluruh lembaga yang bernaung di bawah organisasi tersebut. Agar berperan dalam pengembangan di bidang pendidikan terutama di Provinsi Papua Barat,” ujar Ali Baham.

Baca juga:  STIH Manokwari dan FH Unhas Teken MoU untuk Tingkatkan SDM

Dikatakannya, sebagai pemerintah daerah, ia mendorong agar lebih banyak lagi organisasi keumatan yang konsen di bidang pendidikan. Menurut Ali Baham, pendidikan adalah kunci utama melahirkan generasi emas di masa datang.

“Bagaimana kita terus mencetak sumber daya manusia di Papua Barat, agar kita bisa maju sejajar dengan daerah lain di berbagai bidang,” harapnya.

Ali Baham juga menyinggung, soal otonomi khusus serta dampaknya pada kemakmuran rakyat. Ia menjelaskan, otoda pada prinsipnya bertujuan mendekatkan rakyat pada kesejahteraan.

Baca juga:  Polda Papua Barat Musnahkan 5 Kilogram Ganja Hasil Tangkapan Agustus

Karenanya, otsus harus senantiasa dievaluasi dari berbagai sisi. Sehingga benar benar menyentuh kemaslahatan rakyat.

Secara khusus Ali Baham mengingatkan Muhammadiyah untuk terus melakukan evaluasi. Termasuk mengevaluasi sumbangan ektsternal dari pemerintah daerah atau dari manapun terhadap Muhammadyah.

“Semua hal ini harus dievaluasi dan dicatat dengan baik, serta memberikan penghargaan kepada semua yang berkontribusi dalam pengembangan Muhammadyah di Papua Barat,” katanya.

Dorong Kerukunan Beragama

Ali Baham menceritakan sejarah masuknya Islam di tanah Papua. Ia juga mengisahkan bagaimana Ottow dan Geisler yang membawa Injil pertama kali di Mansinam Manokwari Papua Barat. Di mana keduanya diantar menggunakan kapal oleh orang – orang Islam dari Kesultanan Tidore.

Baca juga:  Belanja Baru 45%, Sekda Papua Barat Desak Percepatan Realisasi APBD 2025

“Oleh karena itu saya berharap agar semua agama di Papua khususnya Papua Barat dapat hidup rukun. Saya juga berpesan agar selalu menyediakan makanan lokal di setiap acara – acara resmi yang diselenggarakan di Provinsi Papua Barat,” imbuhnya. (LP12/red)

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

HUT ke-38 SMA 2 Manokwari, Hermus Dorong Alumni Perkuat Kontribusi untuk Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou mendorong keluarga besar dan alumni SMA Negeri 2 Manokwari...