BSIP Siap Bantu Perbaikan Mutu Komoditas Impor di Papua Barat

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Kelapa Balai Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Papua Barat Aser Rouw mengatakan, BSIP memiliki peran sentral dalam perbaikan standar mutu produk komoditas impor di Papua Barat. BSIP bertanggung jawab dalam memenuhi standar biji kopi, kakao dan pala.

“Standar ini terkait dengan standar mutu untuk komoditas itu. Di mana saat diekspor komoditas tersebut harus memenuhi standar parameter yang menjadi acuan,” ujar Rouw, Selasa (23/7/2024).

Menurut Rouw, selain standar mutu produk, BSI juga memberikan pelayanan yang terkait dengan produksi benih tanaman yang terstandar.

Baca juga:  BPS: Papua Barat Alami Deflasi 1,98 Persen di Februari 2025

“Di sini kami memproduksi benih misalnya kopi, benih padi yang bisa dipakai oleh petani. Benih yang berstandar tentunya bisa menjamin budidayanya sampai pada produksinya,” tegas Rouw.

Ia menjelaskan BSIP memiliki ruang lingkup terkait dengan agro standar. Agro standar sendiri merupakan display dari produk standar.

“Kami di sini memiliki salah satu kebun jeruk varietas jeruk manis yang terstandar yang kami pakai untuk pelayanan publik,” katanya.

Baca juga:  Maret 2023, Penduduk Miskin di Papua Barat Turun

Rouw menuturkan jika ada petani yang ingin mengembangkan jeruk maka BSIP Papua Barat akan memberikan edukasi standar. Edukasi itu bersifat komplet, mulai dari proses awal hingga pada mutu tanaman.

“Selain itu kami memiliki ruang lingkup terkait tempat pembelajaran bagi siswa/mahasiswa yang ingin melakukan praktik lapangan maka bisa kami layani. Kami BSIP Papua Barat juga mempunyai layanan perpustakaan ruang baca dan belajar” ujarnya.

Dikatakan Rouw, dalam menjalankan tugas pelayanan sektor pertanian, BSIP juga memiliki layanan terkait pengujian analisa lab. Di mana di lab BSIP dilakukan pengujian untuk kadar protein, kadar lemak, kadar vitamin, kadar air. Lab BSIP lanjut Rouw, telah berstandar sertifikasi.

Baca juga:  Ekspor Papua Barat Desember 2025 Naik 15,17%, Tembus US$ 313,43 Juta

“Dan ke depannya kami punya analeptik terkait komoditas biji-bijian kopi, kakao,” jelas Rauw.

Jika ada pelaku usaha yang ingin mensertifikasi produknya yang telah melewati proses yang terstandar maka bisa mengajukan permohonan ke BSIP. Pihaknya siap melakukan pendampingan. (LP14/red)

Latest articles

Hangat dan Humanis, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Kunjungi Cabang Mansel

0
MANSEL, LinkPapua.id - Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat, Ny. Riris Alfred Papare, mengunjungi Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) untuk memantau perkembangan organisasi dan program kerja...

More like this

Hangat dan Humanis, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Kunjungi Cabang Mansel

MANSEL, LinkPapua.id - Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat, Ny. Riris Alfred Papare, mengunjungi Kabupaten...

Pemprov Papua Barat Dorong Layanan Keuangan Tembus Kampung Pelosok

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong perluasan layanan keuangan hingga ke...

OJK Ungkap Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan di Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mengungkap...