Lahan Susweni Panen Perdana, Yacob Fonbataba Harap Bisa Tekan Inflasi

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Yacob Fonataba memimpin panen perdana di kebun Susweni, Kabupaten Manokwari, Jumat (30/8/2024). Yacob Fonataba menyebut, kebun Susweni diharapkan berperan mengendalikan inflasi.

Yacob Fonataba menyampaikan, panen hari ini adalah hasil penanaman beberapa bulan yang lalu. Tanaman yang siap dipanen perdana adalah kacang panjang, kangkung cabut dan bayam merah.

“Tujuan dari kebun Susweni adalah sebagai model bentuk pertanian yang mudah diaplikasikan walaupun di lahan yang sempit. Sehingga masyarakat dapat melihat bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dapat dilakukan dengan mudah, dengan menanam dan memanfaatkan lahan pekarangan sekitar rumah,” terang Yacob Fonataba.

Baca juga:  Kadishub Bintuni Hentikan Bus AMB, Kasihiw Meradang: Jangan Asal

Menurutnya, selain dimanfaatkan untuk kalangan ASN, hasil panen di kabun Susweni juga dibagikan kepada pedagang pengumpul maupun pengecer di pasar.

“Jika ada masyarakat sekitar Susweni yang ingin mengambil maka diperbolehkan selama mereka izin.” ujar Yacob Fonataba.

Selanjutnya Yacob Fonataba mengimbau agar kebun Susweni ditanami berkelanjutan. Diharapkan dengan pengelolaan yang simultan dapat memberi pengaruh dalam mengendalikan inflasi di Papua Barat.

Ketua Papua Youth Creative HUB (PYCH) Papua Barat Robert Manggaprow dalam laporannya mengatakan, luas lahan pertanian di kebun Susweni mencapai 6 hektar. Saat ini yang berhasil ditanami baru sekitar 1 hektar.

Baca juga:  Didukung SKK Migas-KKKS, 36 Wartawan Ikuti UKW PWI Angkatan IX di Manokwari

“Jika kebun Susweni ini berkelanjutan maka kita bisa memperluas lagi lahan pertanian dan merangkul lebih banyak orang lagi,” ujar Robert.

Dikatakan Robert, pemerintah telah memberikan bantuan benih. Di antaranya jagung, rica, bayam, tomat dan kacang panjang.

Tetapi untuk saat ini yang siap dipanen yaitu kacang panjang, bayam merah dan kangkung. Selain itu, di kebun Susweni ini juga terdapat tanaman betatas, keladi, terong, kacang tanah, sawi dan agrowisata dan hidroponik.

Robert menyebut, PYCH juga ikut berperan dalam menekan inflasi di Papua Barat.

Baca juga:  Papua Barat Resmikan SLB Negeri Terpadu Manokwari, Siap Didik Anak Disabilitas

“Kami melakukan pembinaan kepada kelompok tani yaitu kelompok tani pemuda dan kelompok tani mama Papua,” jelasnya.

Robert juga menuturkan kendala yang dialaminya selama pengolahan lahan Susweni di antaranya biaya transportasi dan kebanyakan tidak memiliki kendaraan sendiri. Ternak warga yang sering memakan tanaman.

“Tetapi dengan berbagai kendala yang dialami tidak menurunkan semangat kami untuk berkebun. Saya ucapkan terima kasih kepada gubernur, sekda Papua Barat, biro administrasi dan protokoler serta kelompok tani dan semua pihak yang sudah bersama-sama mengolah lahan susweni,” imbuhnya. (LP14/red)

Latest articles

Dukung Bintang Timur Arfak, Jefry Kowi Dorong Perhatian Pemda

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pegunungan Arfak, Jefry Kowi, menyatakan dukungannya terhadap tim sepak bola Bintang Timur Arfak yang berlaga...

More like this

Dukung Bintang Timur Arfak, Jefry Kowi Dorong Perhatian Pemda

MANOKWARI, Linkpapua.id – Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pegunungan Arfak, Jefry Kowi, menyatakan...

DKPP Sidangkan Aduan Dugaan Perzinaan Komisioner KPU Papua Barat, Digelar Tertutup

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menyidangkan aduan dugaan pelanggaran kode etik...

BKMT Papua Barat Gelar Pengajian Bulanan di Sidey, Serahkan Dana Pembinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat menggelar pengajian rutin bulanan...