Ketua DPR Papua Barat Marah, Anggaran Normalisasi Longsor Kampung Mitiede Dipangkas

Published on

PEGAF, LinkPapua.com – Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, merespons keluhan warga dengan menyatakan kekecewaannya terhadap anggaran normalisasi longsor di Kampung Mitiede, Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), yang tidak kunjung terealisasi.

Wonggor mengungkapkan, usulan program dan kegiatan normalisasi di lokasi longsor Kampung Mitiede sebenarnya terakomodasi di dalam APBD tahun anggaran 2025. Akan tetapi, program dan kegiatan tersebut dipangkas.

“Tahun anggaran 2025 ada kita masukkan lewat DAK. Tapi, itu salah satu program dan kegiatan yang terkena dampak dari pergeseran (efisiensi anggaran. Saya dapat informasi itu dan saya marah kepada Dinas PUPR,” ujarnya saat kunjungan ke Kampung Mitiede, Selasa (18/3/2025).

Baca juga:  Kapolda Papua Barat Temui Pangdam XVIII/Kasuari, Perkuat Sinergitas TNI–Polri

Wonggor menegaskan bahwa normalisasi longsor di Mitiede seharusnya menjadi prioritas. “Tempat ini adalah tempat bencana. Kenapa kena efisiensi anggaran menurut Inpres 1 Tahun 2025. Ini bencana, pemerintah harusnya melihat soal mana yang digeser dan tidak. Kita sudah perjuangkan diprogramkan, tapi kena pergeseran juga,” katanya.

Menurutnya, pemangkasan ini sangat disayangkan karena berdampak langsung pada masyarakat. “Pergeseran itu harus dilihat sesuai dengan skala prioritasnya. Ini masuk kategori darurat yang seharusnya tidak boleh digeser, juga di tempat lain yang kondisinya sama, tidak boleh digeser,” bebernya.

Lebih lanjut, Wonggor menyebut normalisasi lokasi longsor di Mitiede dan bantuan yang sempat dijanjikan Pemprov Papua Barat tetap menjadi perhatiannya. Dia berjanji akan terus memperjuangkannya melalui mekanisme kelembagaan DPR Papua Barat.

Baca juga:  DPR PB Kecewa Pemerintah tak Terbuka Soal Pergeseran Anggaran ke PBD

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Mitiede kecewa dengan pemangkasan anggaran normalisasi longsor yang dijanjikan Pemprov Papua Barat. Hingga kini, bantuan yang dijanjikan belum terealisasi, membuat warga masih menderita akibat dampak bencana.

Sepina Ayok, salah satu korban longsor, mengungkapkan kekecewaannya kepada Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, saat melakukan kunjungan kerja di Distrik Minyambouw, Selasa (18/3).

“Sampai sekarang ini pemerintah belum jawab satu pun sampai dengan yang saya ada berdiri bicara ini. Pemerintah Provinsi Papua Barat janji bantuan Rp1 miliar, Ketua DPR Provinsi Rp100 juta,” ujarnya.

Baca juga:  DPR Papua Barat Godok Raperda Tata Tertib, Kode Etik, hingga Pengelolaan SDA

Dia menegaskan bahwa kondisi warga semakin sulit. “Sampai detik ini bantuan itu belum datang di tangan kami. Kalau ada yang datang di tempat longsor, kami pasti marah. Palang jalang karena pemerintah buta dan tidak lihat kami masyarakat kecil,” katanya.

Bencana longsor di Kampung Mitiede terjadi pada 26 Juni 2024, menyebabkan korban jiwa, merusak rumah warga, serta menghancurkan fasilitas jalan dan jembatan. Sejak saat itu, warga masih hidup dalam keterbatasan dan belum mendapat solusi konkret dari pemerintah. (*/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...