Inflasi Papua Barat dan Papua Barat Daya di Juli 2025, Ini Rinciannya!

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua kembali mencatat inflasi pada Juli 2025. Inflasi terjadi baik di Papua Barat maupun Papua Barat Daya, meskipun dengan tingkat yang berbeda.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (y-on-y) Papua Barat sebesar 0,43 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) wilayah ini tercatat sebesar 108,55.

“Pada Juli 2025 terjadi inflasi y-on-y Provinsi Papua Barat sebesar 0,43 persen dengan IHK sebesar 108,55l,” tulis BPS dalam laporan resmi dikutip LinkPapua.id, Minggu (3/8/2025).

Kenaikan harga ini dipengaruhi hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Tertinggi berasal dari sektor pendidikan, penyediaan makanan dan minuman/restoran, serta perawatan pribadi.

Baca juga:  Pemkab Manokwari Sambut Baik KKR dan Pawai Tamborin Kolosal Sambut HUT PI ke 171

Kelompok pendidikan tercatat naik sebesar 6,17 persen, diikuti kelompok restoran 3,65 persen, dan jasa lainnya 4,41 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga naik 2,50 persen.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat naik 0,10 persen. Perumahan dan bahan bakar rumah tangga naik 0,19 persen, dan sektor kesehatan naik 0,22 persen.

BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) Papua Barat sebesar 1,24 persen. Sedangkan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,57 persen.

Baca juga:  Vaksinasi Massal, Tim Polres Kaimana Sisir 4 Kampung di Buruway Kepulauan

Sementara itu, di Papua Barat Daya, inflasi y-on-y tercatat lebih tinggi yakni 0,96 persen. IHK provinsi termuda ini berada di angka 106,24.

“Pada Juli 2025, inflasi y-on-y Provinsi Papua Barat Daya sebesar 0,96 persen dengan IHK sebesar 106,24,” tulis BPS.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,45 persen dengan IHK 111,41. Inflasi terendah tercatat di Kota Sorong sebesar 0,57 persen dengan IHK 105,76.

Kelompok penyumbang inflasi terbesar di Papua Barat Daya berasal dari sektor kesehatan sebesar 2,61 persen. Kemudian disusul perawatan pribadi (3,46 persen) dan restoran (2,22 persen).

Baca juga:  Fraksi Golkar DPRK Manokwari :Wacana Kerja Sama dengan SPBU Tak Boleh Bertentangan dengan Aturan

Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga tercatat naik 1,61 persen. Sedangkan sektor transportasi naik sebesar 1,00 persen.

Kenaikan juga terjadi pada makanan dan minuman sebesar 1,12 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 1,57 persen. Sektor perlengkapan rumah tangga juga naik 0,51 persen.

Papua Barat Daya mencatat inflasi m-to-m sebesar 0,71 persen. Sementara inflasi y-to-d per Juli 2025 sebesar 0,84 persen. (*/red)

Latest articles

Tim Pemekaran DOB Papua Barat Bakal Turun ke Kabupaten, Serap Aspirasi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim pemekaran daerah otonomi baru (DOB) DPRP Papua Barat bersiap turun ke sejumlah kabupaten pengusul untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kunjungan tersebut...

More like this

Tim Pemekaran DOB Papua Barat Bakal Turun ke Kabupaten, Serap Aspirasi 2 Wilayah Adat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim pemekaran daerah otonomi baru (DOB) DPRP Papua Barat bersiap turun...

DPRP Papua Barat Dorong Perda Pemekaran Distrik, Syarat 10 Kampung Dinilai Memberatkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat mendorong penyusunan peraturan daerah (Perda) tentang pemekaran distrik...

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10 Distrik Harus Disiapkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi...