Ucapan Rasis Picu Kerusuhan di Yalimo, GNK Ajak Dialog Damai

Published on

YALIMO, LinkPapua.id – Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) menyoroti kerusuhan di Distrik Elilim, Yalimo, Papua Pegunungan, yang dipicu ucapan rasis antarpelajar. Inisiator GNK, Habib Syakur Ali Mahdi, meminta semua pihak meredam amarah lewat dialog damai.

“Indonesia ini dibangun atas semangat Bhinneka Tunggal Ika. Satu kata, satu ucapan yang salah bisa menjadi bara. Tetapi bangsa ini akan hancur jika bara itu dibiarkan menjadi api. Kita tidak boleh kalah oleh provokasi rasis yang hanya memecah persaudaraan,” ujar Habib Syakur dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).

Baca juga:  Indonesia Kalah 0-1 dari Vietnam di Final, Gagal Juara Piala AFF U-23

Habib Syakur menilai peristiwa itu harus menjadi pelajaran bersama, bukan bahan memperlebar jurang kebencian. Dia menegaskan kerukunan harus dijaga dengan cara yang persuasif.

GNK mendesak aparat, tokoh adat, tokoh agama, dan dunia pendidikan di Papua segera turun tangan. Menurutnya, dialog damai dan penegakan hukum yang adil menjadi kunci mencegah kerusuhan meluas.

“Kita tidak boleh biarkan isu rasis ini dijadikan bahan bakar politik identitas atau dipelintir kelompok separatis. Semua pihak harus dewasa menyikapi, karena bangsa ini besar bukan karena satu suku, tapi karena kita bersatu,” katanya.

Baca juga:  Suku Biak dan Relawan Jas Merah Deklarasi Dukung Dominggus-Lakotani 

Dia juga mengingatkan generasi muda Papua agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, ucapan rasis dari satu individu tidak boleh digeneralisir menjadi kebencian kolektif.

“Anak-anak Papua, kalian adalah bagian terhormat dari Indonesia. Jangan biarkan satu kata kotor merusak masa depanmu. Jawablah kebodohan dengan kecerdasan, jawablah kebencian dengan persaudaraan,” tambah Habib Syakur.

Dengan sikap tegas ini, GNK berharap situasi Yalimo segera mereda dan masyarakat kembali rukun. Aparat diminta menjaga keamanan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Baca juga:  Sanggar Seni Raja Ampat Sabet Nilai Tertinggi di Asia Arts Festival Singapura 2025

“Indonesia berdiri di atas keberagaman yang indah. Dari Sabang sampai Merauke, dari Toraja hingga Yalimo, semuanya adalah satu keluarga besar yang diikat oleh merah putih. Seluruh masyarakat harus sama-sama meredam amarah dengan kepala dingin. Mari jaga persaudaraan, sebab Papua dan seluruh Indonesia adalah satu bangsa, satu rumah, dan satu keluarga,” pungkasnya. (*/red)

 

Latest articles

Bupati Anisto Lantik 5 Pejabat Tinggi Teluk Bintuni, Ini Daftarnya

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy atau Anisto merombak kabinetnya dengan melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten...

More like this

Dorong Perizinan Minol, Pemda Manokwari dan Forkopimda Bakal Tertibkan Penjual Minol Ilegal

MANOKWARI, Linkpapua.id– Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari mengambil langkah tegas dalam menata peredaran Minuman Beralkohol...

Hermus Sampaikan Langkah Penanganan Banjir Wosi Dihadapan Gubernur

MANOKWARI, Linkpapua.id — Bupati Manokwari Hermus Indou mendampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam...

Sinkronisasi Program 2026, Teluk Bintuni Ajukan Sejumlah Usulan Strategis

MANOKWARI, Linkpapua.id— Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Bupati se-Papua Barat...