Pidato Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Sentil Perlawanan Kelompok Korupsi

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung perlawanan kelompok yang suka korupsi saat berpidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila. Dia menyebut Indonesia akan menghadapi rintangan dalam upaya melakukan transformasi bangsa.

“Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar, tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan,” ujar Prabowo dalam pidatonya sebagai inspektur upacara Hari Lahir Pancasila di lapangan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Prabowo mengatakan transformasi besar tidak akan berjalan mudah. Dia menyebut Indonesia akan menghadapi tantangan, termasuk perlawanan dari kelompok yang suka korupsi hingga penyelewengan.

Baca juga:  Prabowo Lantik 11 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih: Djamari Jadi Menko Polkam, Erick Menpora

“Kita akan menghadapi tantangan. Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelewengan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal,” katanya.

Menurut Prabowo, Indonesia harus bertransformasi menjadi bangsa besar dan berani. Dia menegaskan bangsa yang besar harus berani mengambil keputusan yang benar meski sulit.

Baca juga:  Hotman Paris Minta Maaf Usai Seret Nama Prabowo di Kasus Febrie

“Kita mungkin akan menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani mengambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita,” tutur Prabowo.

Selain itu, Prabowo mengingatkan generasi saat ini tidak boleh mengorbankan masa depan anak dan cucu bangsa. Dia menilai kemudahan jangka pendek tidak boleh diwariskan dengan beban jangka panjang.

Baca juga:  Kunjungan Wapres ke Wamena dan Merauke Dijadwalkan Ulang Desember

Prabowo juga mewanti-wanti agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang bergantung pada negara lain. Dia menyebut tidak ada bangsa lain yang akan menolong jika rakyat Indonesia mengalami kesulitan.

“Karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan kepada kita. Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain atau kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita,” ucapnya. (*/red)

Latest articles

Maju Sebagai Calon Ketum KONI Papua Barat, Mola Resmi Kembalikan Berkas...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Berkas Pendaftaran bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Mohamad Lakotani (Mola), resmi diserahkan kepada Tim Penjaringan dan...

More like this

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik Suahasil Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

JAKARTA, LinkPapua.id – Presiden RI Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu)...

KSAD Jenderal Maruli Sebut KKB di Papua Pegunungan Resah Akibat Dikejar Aparat

JAKARTA, LinkPapua.id – KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menilai kelompok kriminal bersenjata di Papua...

Wamendagri soal Isu Pendefinisian Ulang Orang Asli Papua: Hoaks!

JAKARTA, LinkPapua.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk membantah kabar Kementerian Dalam...