Yayasan Phapeda Gelar Festival Rajut Noken, Bupati Bintuni Harap Jadi Agenda Rutin

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, berharap Festival Rajut Noken Kemerdekaan yang digelar Yayasan Phapeda bisa menjadi agenda tahunan. Dia menilai tradisi merajut noken adalah warisan budaya Papua yang harus dijaga dari gempuran globalisasi.

“Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan Yayasan Phapeda dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghidupkan program pelestarian budaya di Kabupaten Teluk Bintuni,” kata Yohanis saat menghadiri Festival Rajut Noken di Distrik Bintuni, Sabtu (16/8/2025).

Baca juga:  Bupati Teluk Bintuni Serahkan Nota Keuangan APBD-P 2022 ke DPRD

Festival Rajut Noken tahun ini mengusung tema Rajut Noken Bintuni, Warisan Perempuan untuk Indonesia Serasi. Sebanyak 77 perempuan ambil bagian dalam festival perdana yang digelar Yayasan Phapeda itu.

Yohanis bersama Wakil Bupati Joko Lingara mengajak Forkopimda dan pimpinan OPD untuk ikut menyaksikan langsung prosesi merajut noken. Bahkan Yohanis ikut mengambil noken hasil rajutan peserta untuk dikalungkan kepada Wakil Bupati, Kapolres, dan Dandim 1806/Teluk Bintuni.

Pada pengujung acara, panitia melelang noken hasil karya peserta. Pendiri Yayasan Phapeda, Herlina Husain, memulai penawaran pertama kepada Bupati, yang langsung menawar noken di lehernya senilai Rp5 juta.

Baca juga:  Satu Tersangka Ditangkap, Polresta Manokwari Kejar DPO Pelaku Penganiayaan di Blagor

“Saya beli noken ini Rp5 juta,” ucap Yohanis disambut tepuk tangan meriah peserta dan pengunjung festival.

Lelang kemudian berlanjut ke Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, dan pimpinan OPD. Panitia bahkan menyiapkan QRIS untuk memudahkan pembayaran pemenang lelang.

Ketua Yayasan Phapeda, Christine Mustamu, menyebut pengunjung tidak hanya menikmati prosesi rajut noken dan hasil karyanya. Panitia juga mengajak mereka terlibat langsung memilih karya favorit lewat kupon yang dibagikan.

Baca juga:  Bupati Bintuni Sentil OPD: Jangan Cuma Habiskan Uang Negara

Panitia kemudian mengundi enam noken pilihan favorit. Setiap pengrajut yang karyanya terpilih mendapat uang kreativitas dari panitia.

“Terima kasih kepada 77 perempuan hebat peserta Festival Noken yang dengan penuh dedikasi menunjukkan keterampilan dan karya terbaiknya. Semoga ini menjadi teladan bagi generasi penerus untuk melestarikan budaya di tanah Papua,” kata Christine. (LP5/red)

Latest articles

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

0
MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa penyidik Ditreskrimum Polda Papua Barat telah melaksanakan gelar perkara terkait...

More like this

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa...

PHMJ GKI Nazaret Fanindi Pantai Aktif Beri Masukan Draf Amandemen Tata Gereja 2027

MANOKWARI, Linkpapua.id-Ketua PHMJ GKI Nazaret Fanindi Pantai, pdt Lenny M. M. Key Matatula, S.Th didampingi...

Jalan Kampung Ambon-Sarina Mulai Dibangun, Pemkab Manokwari Kejar Pemerataan Infrastruktur

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan...