Musim Hujan Panjang, BPBD Papua Barat Minta Mitigasi Diperketat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat meminta seluruh pemerintah kabupaten memperketat mitigasi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan panjang. BPBD menegaskan langkah konkret harus segera disiapkan di setiap daerah.

“Musim hujan di Papua Barat waktunya panjang. Potensi bencana hidrometeorologi bisa terjadi sejak akhir November hingga Januari-Februari (2026), bahkan bisa berlanjut sampai April. Karena itu, semua harus dipersiapkan lebih awal,” ujar Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, Sabtu (29/11/2025).

Derek menekankan bahwa bencana terjadi langsung di kabupaten sehingga peran pemerintah daerah sangat penting. Dia meminta bupati memberi perhatian khusus kepada BPBD kabupaten untuk memperkuat koordinasi teknis di lapangan.

Baca juga:  Resmikan Gedung Bakal Klasis GKI Moskona, Bupati Kasihiw Harap Secepatnya Jadi Klasis Definitif

Dia mencontohkan kesiapan Pemkab Manokwari yang telah menggelar apel siaga hidrometeorologi. Menurutnya, kegiatan serupa perlu dilakukan seluruh kabupaten untuk menyatukan kerja OPD, TNI-Polri, relawan, dan stakeholder.

Derek menjelaskan setiap kabupaten harus segera menetapkan status siaga hidrometeorologi. Kebijakan ini perlu disesuaikan dengan status siaga tingkat provinsi yang sudah ditetapkan lebih dulu.

Baca juga:  Gelar Diseminasi Moneter-Fiskal, BI Papua Barat Sampaikan Sejumlah Rekomendasi

“Bupati sudah harus menetapkan status siaga hidrometeorologi dan mengeluarkan eskalasi kebijakan daerah. Semua langkah harus selaras dan berkoordinasi dengan provinsi,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa bencana hidrometeorologi bersifat slow onset sehingga tanda awalnya harus dipantau serius. Kesiapsiagaan dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko.

Selain pemerintah daerah, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diingatkan menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang memicu longsor dan banjir.

“Kalau aliran sungai berubah atau tidak seperti biasanya, segera cari tempat yang aman,” sebutnya.

Baca juga:  Selamat Tahun Baru! Waterpauw: Bersama Bangun Papua Barat

Dia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan saluran kota. Langkah ini diperlukan agar aliran air tetap lancar saat hujan deras.

Pemprov Papua Barat berharap risiko bencana dapat ditekan jelang Natal dan tahun baru (Nataru). Periode ini biasanya bertepatan dengan puncak curah hujan di wilayah Papua Barat.

“Tujuan utama kita adalah melindungi masyarakat dari dampak bencana dan memastikan kesiapsiagaan berjalan baik menjelang Nataru,” tutupnya. (LP14/red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam...

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Patrick Meyer Dorong Penguatan Anggaran Perumda Minyei Arfak

MANOKWARI, Linkpapua.id-Anggota Komisi II DPRK Manokwari Patrick Y. Meyer mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan...