Wabup Teluk Bintuni Minta Lahan Pertanian Jangan Disulap jadi Pemukiman

Published on

BINTUNI, Linkpapapuabarat.com-Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop mengajak petani mempertahankan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi menjadi permukiman. Pengalihan fungsi lahan bisa mengganggu percepatan program swasembada pangan.

“Kawasan pertanian saya sudah tetapkan, serta saya tekankan agar tidak berubah fungsi menjadi kawasan lain seperti, pemukiman, industri dan lainnya,” kata Wabup saat hadir pada pencanangan serentak optimalisasi lahan sawah di Kampung Banjar Ausoy SP4, Distrik Menimeri, Teluk Bintuni, Rabu(24/2/21).

Wabup berharap pencanangan ini memiliki arti penting. Ini akan menjadi titik awal mendorong produksi pertanian di Kabupaten Teluk Bintuni terus mengalami peningkatan. Yang akhirnya menuju swasembada pangan.

Baca juga:  Masyarakat Moskona Barat Serahkan Senjata Rakitan, Kapolres Teluk Bintuni Usulkan Diberi Penghargaan

“Selain mampu meningkatkan motivasi petani, untuk terus mengembangkan pertanian. Karena sesungguhnya sektor pertanian jika ditekuni dengan baik, masih cukup menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan maupun taraf hidup masyarakat,” jelasnya.

Ia pun mengajak petani mempertahankan lahan petanian. Jangan sampai beralih fungsi. Kata Wabup, kalau kawasan pertanian beralih fungsi, maka dipastikan kita akan mengalami krisis pangan, gizi buruk yang tentunya memengaruhi ketahanan pangan nasional.

“Oleh karena itu pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian Syaiful A Killian, melaporkan 1.64 hektar lahan yang tercetak dari tahun 2010 hingga 2017, yang tecatat hingga saat ini yang dikelola oleh masyarakat hanya 80 hingga 100 hektar.

Baca juga:  Bupati Bintuni Tutup Pelatihan GASING 2025, Ajak Peserta Jadi Agen Perubahan

Menurutnya, banyak permasalahan yang dialami oleh petani. Namun pemkab sedikit demi sedikit memfasilitasi. Di antaranya, bibit, pupuk, pestisida serta kemampuan permodalan.

“Sarana prasarana yang kurang memadai, seperti saluran iringasi, sulitnya pemasaran hasil pertanian hingga mengakibatkan pergeseran masyarakat ke pekerjaan lain, sehingga makin hari makin sedikit,” kata Killian.

Ia menjelaskan, pihaknya mulai mengatasi persoalan pertanian di tahun 2020 di beberapa tempat. Mulai melakukan pendidikan pembibitan padi yang didapat dari KSB. Yang kurang lebih 2 hektar yang akan segera dibagikan kepada petani.

Baca juga:  Gotong Royong Bersama Anak SD, Koramil 1806-01/Bintuni Bersih-bersih Gereja St. Paskalis

“Tahun 2021 ini kita lakukan optimalisasi lahan-lahan yang sudah dicetak tapi tidak ditanami, kami akan segera tanami kembali dengan melakukan subsidi dari pemda, untuk membiayai dalam permodalan baik produksi, maupun pengolahan tanah,” katanya.

Ia mengatakan, sudah melakukan pemagaran kawat sepanjang 2 kilo meter lebih di area sawah, agar ternak tidak memakan tanaman padi masyarakat.

“Kami melakukan optimalisasi hektar di 4 Distrk, menimeri 65 hektar, Tohiba 10 hektar, tembuni 10 hektar, dan 15 hektar di Mayado,” tutup Killian. (LPB5/red)

Latest articles

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada triwulan II 2026. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)...

More like this

Pemkab Bintuni Groundbreaking Pembangunan Pelabuhan Babo Rp78,7 Miliar, Target Selesai 1,5 Tahun

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, memulai pembangunan Pelabuhan...

Sertijab Kapolsek Bintuni, Iptu Fauzan Maulana Resmi Gantikan AKP Yan Apriyana

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Polres Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar serah terima jabatan (sertijab)...

Pemkab Teluk Bintuni dan BBPJN Teken Sinergi Penanganan Jalan Nasional, Hadirkan Konektivitas-Gerakkan Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional...