Pedagang Pasar Sanggeng Mengadu ke Dewan, Keluhkan Keamanan Pasar

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id- DPRK Manokwari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manokwari berkaitan dengan pengelolaan pasar Sanggeng yang baru. Dalam RDP yang digelar Kamis (22/1/2026) di kantor DPRK Manokwari tersebut, para pedagang mengeluhkan masih adanya oknum-oknum yang mengklaim kepemilikan lapak.

Namun dalam RDP tersebut tidak berlangsung lama karena perwakilan yang hadir belum mewakili seluruh unsur pedagang. Selain itu Asosiasi yang mengatasnamakan pedagang pasar dianggap belum memiliki legalitas.

Baca juga:  Musra Papua Digelar Hari ini, Diharap Lahirkan Figur Capres-Cawapres 2024

“Kita harapkan perwakilan semua pedagang bisa hadir disini, tetapi saya melihat tidak ada keterwakilan pedagang Papua,” ujar Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRK Manokwari Serge Nuham.
Sebelum diskors, salah satu perwakilan pedagang Hamka Ismail sempat menyampaikan pedagang selama ini merasa tidak ada jaminan keamanan bagi pedagang untuk berjualan.

Baca juga:  Pangdam: TNI Tidak Perlu Sesumbar, Yang Penting Bukti Nyata Kerja Bagi Rakyat

” Masih banyak pedagang tidak berjualan didalam pasar karena ada yang memungut pembayaran pada lapak-lapak yang digunakan pedagang. Termasuk juga mengkaliam lapak milik pribadi. Kondisi ini tentu sangat tidak nyaman,”bebernya.

Sementara itu Plh Kepala Dinas Perindustriaan dan Perdagangan Manokwari Yahya Maabuat Dalam penyampaian mengatakan untuk pengamanan pihakknya sudah bekerjasama dengan 8 anggota TNI yang dalam melakukan pengamanan terbagi menjadi 2 shift.

Baca juga:  Buron Sejak 2014, TNI Tembak Mati Tokoh OPM Mayer Wenda di Papua Pegunungan

“Sebenarnya sudah aman karena sejak Desember kemarin sudah dijaga anggota TNI. Sehingga saya juga tidak mengetahui kenapa masih dianggap tidak aman,”jelas dia.

Sementara itu, anggota DPRK Manokwari Norman Tambunan menilai OPD terkait tidak mampu memberikan rasa aman para pedagang. Padahal seharusnya itu bisa diselesaikan secara internal. Dari RDP yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut disepakati untuk diskors dan akan dilakukan penjadwalan ulang.(LP3/Red)

Latest articles

Terbantu Program JKN, Warga Manokwari Pulih dari Infeksi Kulit Tanpa Terbebani...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Warga Manokwari, Papua Barat, bernama Ham Dowansiba mengaku terbantu program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat menjalani pengobatan infeksi kulit tanpa terbebani...

More like this

Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Ditlantas Polda Papua Barat Gelar Lomba Safety Riding untuk Ojek Pangkalan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda...

Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polda Papua Barat Gelar Olahraga Bersama

MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polda Papua Barat menggelar...

Polda Papua Barat Intensif Berantas Kejahatan Jalanan, 41 Kasus Terungkap dalam Enam Bulan

MANOKWARI, Linkpapua.id– Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua Barat bersama Satuan Reserse Kriminal...