Gubernur Papua Barat Ikut Kunker DPR RI di IPDN, Bahas SDM Pemerintahan

Published on

BANDUNG, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menghadiri kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Kampus IPDN Jatinangor untuk membahas penguatan kualitas SDM aparatur pemerintahan. Kehadiran orang nomor satu di Papua Barat ini bertujuan memastikan pengembangan kompetensi pamong praja berjalan seiring dengan perbaikan tata kelola pemerintahan di daerah.

“IPDN berfokus pada pemerintahan, sehingga PR kita adalah bagaimana membangun kultur akademik yang seimbang,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat memaparkan arah pengembangan kampus, Rabu (11/3/2026).

Bima Arya menekankan bahwa penguatan kualitas lulusan harus menjadi prioritas utama lembaga pendidikan kedinasan tersebut. Hal ini penting agar para alumni mampu menjawab tantangan birokrasi yang semakin kompleks di masa depan.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Tekankan Pentingnya Pengelolaan Arsip di Pemerintahan

Kunjungan ini juga menyoroti peran strategis alumni IPDN yang telah tersebar di berbagai posisi kunci pemerintahan, termasuk di wilayah Papua Barat. Wamendagri mengingatkan para lulusan agar tetap memegang teguh integritas dan dedikasi tinggi saat terjun langsung melayani masyarakat.

“Jangan sampai ketika di sini bagus, lulusnya bagus, tetapi begitu mengabdi semangatnya justru luntur,” tegas Bima Arya.

Gubernur Dominggus Mandacan yang hadir bersama Sekda Ali Baham Temongmere turut memantau data sebaran alumni yang menduduki jabatan strategis. Tercatat saat ini terdapat 15 alumni yang menjabat sebagai sekretaris daerah provinsi serta puluhan lainnya yang menjadi kepala daerah di seluruh Indonesia.

Baca juga:  Surya Paloh Tunjuk Dominggus jadi Ketua Partai NasDem PBD, Diminta Segera Konsolidasi

Namun, pembahasan mengenai SDM ini juga dibayangi oleh temuan memprihatinkan terkait fasilitas asrama praja di lingkungan kampus. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI mengungkapkan fakta bahwa kondisi infrastruktur asrama saat ini sudah sangat tidak layak huni.

“Kami menemukan fakta bahwa para praja tidak bisa nyaman tidur di atas tempat tidur yang tersedia. Mereka justru lebih nyaman tidur di atas porslite yang juga belum pernah diganti,” ungkap Ketua Tim Kunker Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Ancam Tutup Perusahaan Nonesensial Pelanggar PPKM

Karsayuda menyebut kondisi tersebut merupakan pukulan bagi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan pendidikan kepamongprajaan. Dia pun mengajak seluruh alumni lintas generasi untuk bergotong-royong mencari solusi guna memperbaiki sarana dan prasarana kampus.

“Kondisi ini tentu menjadi pukulan bagi kita semua. Karena itu kami mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan infrastruktur di kampus ini,” ucapnya.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih bermartabat. Hal ini menjadi kunci utama dalam mencetak aparatur negara yang profesional dan berkarakter kuat untuk membangun Indonesia. (LP14/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Keluarkan Edaran Kesiapsiagaan Karhutla dan Antisipasi El Nino...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/1344/GPB/2026 tentang kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 serta antisipasi potensi...

More like this

Gubernur Papua Barat Keluarkan Edaran Kesiapsiagaan Karhutla dan Antisipasi El Nino 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/1344/GPB/2026 tentang...

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak di Perdesaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret...

Gubernur Dominggus Tinjau RSUP Papua Barat, Pastikan Perbaikan Layanan-Fasilitas Kesehatan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meninjau Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP)...