Kasus SMA Taruna Manokwari, DPRP Papua Barat Panggil Kadisdik-Kepsek

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat bereaksi keras atas insiden pengeroyokan massal senior terhadap junior di SMA Taruna Nusantara Manokwari. Lembaga legislatif ini menjadwalkan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Papua Barat dan Kepala Sekolah (Kepsek) guna mempertanggungjawabkan kekerasan di lingkungan pendidikan tersebut.

“Kami akan kawal ini bahkan nanti akan bentuk tim agar mengawal proses hukum maupun proses evaluasi,” tegas Wakil Ketua DPR Papua Barat Syamsudin Seknun usai meninjau lokasi SMA Taruna, Kamis (23/4/2026).

Syamsudin menyayangkan aksi kekerasan yang mencederai citra pendidikan di Manokwari. Dia menilai pemerintah telah menggelontorkan anggaran besar sehingga kejadian luar batas kewajaran ini memicu kekecewaan mendalam bagi legislatif.

Baca juga:  Pj Sekda PB Ultimatum Kepala OPD yang Telat Laporkan Paket Pekerjaan

“Jangan sampai timbul persepsi tidak baik dari masyarakat, kita sudah gelontorkan uang begitu banyak agar bagaimana sekolah mendidik anak anak generasi muda namun dicederai dengan hal seperti ini, kami kecewa,” ujar Syamsudin.

DPRP Papua Barat memastikan akan mencari akar masalah dari peristiwa yang melibatkan puluhan siswa ini. Pihaknya menuntut sanksi tegas bagi para pelaku sesuai dengan kadar perbuatannya masing-masing.

Sementara itu, Kepala SMA Taruna Nusantara Yusuf Ragainaga mengakui peristiwa tersebut menjadi insiden yang paling menonjol di sekolahnya. Dia menyebut kejadian berlangsung sangat singkat saat para siswa junior sedang melaksanakan jadwal belajar.

Baca juga:  Dominggus Melayat ke Rumah Duka Legislator Yurthinus Mandacan, Sampikan Duka Mendalam

“Kita akan evaluasi menyeluruh tapi harus kita sadari bahwa ini sekolah idealnya bukan Sekolah Taruna, namun keadaan sehingga kalau tidak tempat yaa jangan di paksakan,” ucap Yusuf.

Yusuf menjelaskan sebanyak delapan orang siswa sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun, para korban kini telah meninggalkan fasilitas kesehatan dan kembali ke rumah.

“Kemarin delapan tapi sudah balik semua,” ungkapnya.

Manajemen sekolah juga mengambil kebijakan dengan merumahkan sebanyak 60 orang siswa yang diduga terlibat. Yusuf menyerahkan kepastian jumlah siswa yang keluar kepada proses pemeriksaan pihak kepolisian.

Pihak sekolah menegaskan komitmen mereka untuk mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan di Polresta Manokwari. Yusuf berjanji akan mengantar langsung para saksi atau pihak terkait jika kepolisian membutuhkan keterangan tambahan.

Baca juga:  Ketua DPRP Papua Barat Kenang Yurthinus Mandacan Sosok Rajin dan Berkomitmen

“Saya kira sudah diserahkan semua ke penegak hukum, sekolah mendukung apabila diminta keterangan kita antar ke polres,” tuturnya.

Kepala Sekolah menargetkan para korban pengeroyokan dapat kembali mengikuti aktivitas belajar pada Senin pekan depan. Pihak sekolah berupaya memulihkan kondisi psikis siswa agar tetap menganggap pendidikan sebagai hal yang penting.

“Mereka akan kembali Senin. Nanti kita lihat trauma bagaimana mereka harap bagaimana kita terima dengan lapang dada sekaligus kita yakinkan mereka bahwa sekolah itu penting,” pungkasnya. (LP2/red)

Latest articles

DPRK Teluk Wondama Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Minta Pemkab Benahi PAD

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 menjadi peraturan daerah. Meski...

More like this

Tak Terhalang Domisili, Peserta JKN Asal Biak Rasakan Pelayanan Optimal di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kabupaten Biak, Papua, tetap memperoleh...

Dominggus Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKI Betel Bremi, Sumbang 500 Sak Semen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung...

Raker Apindo Papua Barat Bahas Penguatan Investasi-Penciptaan Lapangan Kerja

MANOKWARI, LinkPapua.id– DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) I...