Kanwil Kemenkum Papua Barat Gelar Mobile IP Clinic, Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual di Sektor Olahraga

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Papua Barat menggelar kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic berupa podcast dan workshop dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2026, Senin (27/4/2026) di Manokwari.

Kepala Kanwil Kemenkum Papua Barat, Sahata Marlen Situngkir, menyampaikan bahwa di balik sebuah pertandingan olahraga terdapat berbagai aspek kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu mendapatkan perlindungan hukum.

“Mulai dari merek klub, desain jersey, hak siar, hingga konten digital yang diproduksi, semuanya merupakan aset berharga yang harus dilindungi agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus kepastian hukum bagi para penciptanya,” ujarnya.

Baca juga:  Perekaman KTP-el Papua Barat Baru 74 Persen, Ini Rincian per Kabupaten/Kota

Menurutnya, melalui kegiatan ini pihaknya ingin mendorong peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku olahraga di Papua Barat, terkait pentingnya melindungi karya dan inovasi melalui sistem kekayaan intelektual.

Ia menjelaskan, podcast yang diselenggarakan menjadi sarana edukasi yang efektif karena mampu menjangkau masyarakat lebih luas, terutama generasi muda. Sementara workshop diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih teknis dan aplikatif kepada peserta.

Baca juga:  HUT Bhayangkara ke-79, Presiden Prabowo: Jadilah Polisi Dicintai Rakyat

“Dengan workshop ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata,” tambahnya.

Sementara itu, sambutan Gubernur Papua Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Nency Tity Wyzer, menekankan bahwa setiap karya memiliki nilai strategis yang harus dilindungi secara hukum.

Ia menyebut Papua Barat memiliki potensi kekayaan intelektual yang besar, namun masih banyak yang belum disadari dan didaftarkan, padahal memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Baca juga:  Ziarah Ke Makam Albert Torey, Lambert Jitmau: Peletak Dasar untuk Teluk Wondama

“Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses agar masyarakat dapat mendaftarkan kekayaan intelektualnya. Dengan perlindungan yang baik, karya akan lebih dihargai dan tidak disalahgunakan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem kekayaan intelektual yang kuat di Papua Barat, guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas.(LP3/Red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam...

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Patrick Meyer Dorong Penguatan Anggaran Perumda Minyei Arfak

MANOKWARI, Linkpapua.id-Anggota Komisi II DPRK Manokwari Patrick Y. Meyer mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan...