Pemprov Papua Barat Kejar Serapan Anggaran, Sekda: 3 Bulan Terakhir Tak Boleh Terbuang

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mengevaluasi pelaksanaan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Sekretarus Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere menegaskan tiga bulan terakhir, Oktober hingga Desember, harus digunakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan anggaran.

“Pelaksanaan anggaran tahun 2026, baik kegiatan rutin maupun belanja publik atau proyek, perlu dievaluasi pencapaiannya dalam tiga bulan terakhir,” ujar Ali Baham Temongmere saat memimpin apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (28/9/2026).

Baca juga:  Hari Pahlawan, Ali Baham Ingatkan Perang Lawan Kebodohan-Kemiskinan

Ali Baham meminta setiap pimpinan OPD memonitor progres kegiatan dan realisasi anggaran masing-masing. Hasil monitoring tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 16 Oktober mendatang.

“Pimpinan OPD diminta memonitor sebagai evaluasi untuk menyampaikan laporan progres pada evaluasi KPK tanggal 16 Oktober yang akan datang,” tuturnya.

Ali Baham meminta OPD tidak hanya menjalankan agenda rutin, tetapi juga mengawal capaian pelaksanaan anggaran. Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta tetap menjalankan tugas serta agenda kedinasan sesuai tanggung jawab masing-masing.

Baca juga:  Per Triwulan, Pj Gubernur Papua Barat Akan Paparkan Kinerja ke Kemendagri

Selain itu, evaluasi mencakup anggaran untuk kegiatan rutin pemerintahan, belanja publik, dan proyek pembangunan. Ali Baham juga meminta OPD mengoptimalkan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAU), dana transfer, maupun Dana Otonomis Khusus (Otsus) sesuai ketentuan.

Dia meminta pimpinan OPD segera mengidentifikasi program yang sudah berjalan, tertunda, maupun yang masih menghadapi hambatan. Monitoring tidak boleh ditunda hingga mendekati akhir tahun karena waktu perbaikan semakin terbatas.

Menurut Ali Baham, realisasi anggaran yang lambat dapat berdampak pada tertundanya program dan pelayanan publik. Karena itu, setiap OPD harus memastikan pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai target.

Baca juga:  Gubernur Dominggus akan Hadiri HPN 2022 di Kendari

“Tiga bulan terakhir, Oktober, November, dan Desember, harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan pelaksanaan anggaran tahun 2026,” tegasnya.

Ali Baham meminta ASN memastikan program pembangunan tetap berjalan selama tiga bulan terakhir tahun anggaran. Setiap anggaran yang direalisasikan juga harus memiliki dasar, tujuan, dan pertanggungjawaban yang jelas.

“Waktu tersisa ini bukan sekadar mengejar angka serapan, tetapi memastikan belanja pemerintah benar-benar menghasilkan keluaran dan manfaat sesuai program yang telah direncanakan,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Sekda Papua Barat Tegaskan Aset Negara Harus Dikembalikan sebelum Pensiun-Mutasi

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pensiun, mutasi, atau promosi jabatan wajib mengembalikan...

More like this

Sekda Papua Barat Tegaskan Aset Negara Harus Dikembalikan sebelum Pensiun-Mutasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere menegaskan Aparatur Sipil...

Sekda Papua Barat Tegaskan SPT Dinas Luar Daerah Harus atas Perintah Gubernur

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere menegaskan Surat Perintah...

Dominggus Ajak Persekutuan Kaum Bapak Jadi Teladan Keluarga-Benteng Generasi Muda

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak Persekutuan Kaum Bapak (PKB) klasis...