Belanja Modal Papua Barat Diusul Naik Jadi 68,28 Persen di APBD-P 2026, Realisasi Baru 4,61 Persen

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menaikkan alokasi belanja modal sebesar 68,28 persen dalam rancangan perubahan APBD 2026. Namun, realisasi belanja modal hingga semester I 2026 baru mencapai 4,61 persen.

“Pemerintah tidak sekadar menambah pagu anggaran tanpa memastikan kesiapan pelaksanaannya,” ujar Juru Bicara Fraksi Golkar-Demokrat DPRP Papua Barat Jamiah Qomariah dalam rapat paripurna DPRP Papua Barat tentang pandangan umum fraksi atas APBD perubahan 2026 di Aston Niu Hotel, Manokwari, Rabu (30/9/2026).

Baca juga:  Tak Nikmati PI 10 Persen sejak 2009, DPRP Papua Barat Percepat PT KEN

Fraksi Golkar-Demokrat DPRP Papua Barat menyoroti kesenjangan antara kenaikan anggaran dan realisasi belanja modal tersebut. Sorotan itu disampaikan dalam pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Perubahan APBD 2026.

Realisasi belanja modal gedung dan bangunan baru mencapai 2,26 persen. Sementara itu, realisasi belanja modal jalan, jaringan dan irigasi baru 1,37 persen.

Baca juga:  Bupati Manokwari jadi Pembina Upacara Hardiknas, Siswa Gunakan Pakaian Adat

Di sisi lain, alokasi belanja modal jalan, jaringan dan irigasi dalam Perubahan APBD 2026 meningkat 97,01 persen. Fraksi Golkar-Demokrat meminta kenaikan anggaran tersebut disesuaikan dengan kesiapan pelaksanaan kegiatan.

“Penambahan anggaran pada APBD Perubahan harus benar-benar didasarkan pada kesiapan pelaksanaan dan tidak menimbulkan penumpukan pekerjaan pada akhir tahun, menurunkan kualitas pekerjaan, ataupun kembali menjadi SiLPA,” kata Jamiah.

Baca juga:  Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

Fraksi Golkar-Demokrat meminta Pemprov Papua Barat memaparkan prognosis pelaksanaan kegiatan hingga akhir 2026. Paparan itu diminta mencakup kesiapan perencanaan, proses pengadaan dan kontrak, lokasi serta volume pekerjaan, dan target penyelesaian kegiatan strategis.

Selain besaran tambahan anggaran, fraksi mempertanyakan kesiapan pemerintah merealisasikan belanja modal tersebut. Fraksi menilai tambahan anggaran perlu diikuti pekerjaan yang selesai dan dapat dirasakan masyarakat. (LP14/red)

Latest articles

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Suyudi menggantikan Jenderal...

More like this

RTRW Laut Belum Tuntas, Perairan Papua Barat Dibayangi Kapal Pelanggar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) laut Papua Barat belum tuntas sehingga...

‎Gerakan Tanam Padi Prafi Target 634 Hektare, Pemprov Papua Barat: Jangan Berhenti di Luas Tanam

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong Gerakan Tanam Padi PM-AAS di...

‎RZWP-3-K Papua Barat Disusun Ulang, Gubernur Ingatkan Potensi Konflik Ruang Pesisir

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyusun ulang dokumen Rencana Zonasi Wilayah...