‎BMKG: 11–13 Oktober Jadi Momentum Pas Modifikasi Cuaca di Papua Barat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Papua Barat menyebut 11–13 Oktober 2026 menjadi momentum yang tepat untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Papua Barat. Peluang muncul karena pertumbuhan awan diperkirakan cukup tersedia pada periode tersebut.

“Modifikasi cuaca itu ada syaratnya, salah satunya harus ada pertumbuhan awan yang cukup. Tanggal 11 sampai 13 Oktober ini merupakan salah satu momen yang berpotensi untuk pertumbuhan awan,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Papua Barat Sony Hartono saat mengikuti rapat penanganan karhutla dan asap di Ruang Multimedia Kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (7/10/2026).

Sony mengatakan operasi modifikasi cuaca membutuhkan pertumbuhan awan yang cukup sebagai salah satu syarat utama. Berdasarkan analisis cuaca, potensi pertumbuhan awan terbuka pada 11–13 Oktober.

Baca juga:  Penampilan Kontingen NTT di Kategori PSRP Tuai Haru, Optimistis Raih Hasil Terbaik

Dia mengingatkan pemerintah agar tidak melewatkan momentum tersebut. Peluang pertumbuhan awan yang mendukung operasi modifikasi cuaca tidak selalu tersedia setiap hari.

“Kalau momen-momen itu terlewat, akan sulit terulang. Kita harus menunggu lagi momen yang tepat,” katanya.

Sony menjelaskan asap yang menyelimuti Papua Barat tidak seluruhnya berasal dari wilayah setempat. Asap dalam jumlah besar juga berasal dari Kabupaten Merauke dan terbawa angin menuju Papua Barat.

“Bukan hanya dari Papua Barat, asap juga berasal dari Merauke yang sangat masif. Asap dari Merauke terbawa angin ke arah Papua Barat,” jelasnya.

Sementara di Papua Barat, konsentrasi asap cukup tinggi berada di wilayah Bombarai. Kawasan tersebut mencakup Fakfak bagian timur, Kaimana bagian barat hingga Teluk Bintuni bagian selatan.

Baca juga:  Kepala Distrik Tewas dalam Serangan Bersenjata di Fakfak Papua Barat

Menurut Sony, Bombarai merupakan salah satu zona musim yang relatif sangat kering. Kondisi tersebut membuat kawasan itu rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan bahkan tanpa pengaruh El Nino.

“Kawasan Bombarai ini memang zona musim yang sangat kering. Bahkan tanpa El Nino pun wilayah ini sudah cukup kering dan sangat berpotensi terjadi kebakaran hutan,” ungkapnya.

Di tengah kondisi asap dan ancaman karhutla, BMKG memprediksi musim hujan di Papua Barat mulai masuk secara bertahap pada akhir Oktober. Hujan diperkirakan mulai muncul pada dasarian ketiga Oktober atau sekitar tanggal 20-an.

“Mulai akhir bulan ini atau dasarian ketiga, sekitar tanggal 20-an, hujan akan mulai masuk. Tetapi intensitasnya bertahap, awalnya sedikit-sedikit,” tegasnya.

Baca juga:  Produk Pangan Pegaf Bisa Tembus LNG Tangguh, Wonggor: Peluang Ini Harus Ditangkap

Sony menjelaskan intensitas hujan akan mulai meningkat pada November dan semakin banyak pada Desember. BMKG memprediksi kondisi Papua Barat beralih dari periode kering menuju kondisi yang lebih basah dalam dua bulan tersebut.

“Bulan November hujan mulai banyak dan sedikit di atas normal. Kemudian pada Desember hujan sudah mulai banyak dan berada di atas normalnya,” paparnya.

Peluang pertumbuhan awan pada 11–13 Oktober menjadi kesempatan untuk melakukan modifikasi cuaca sebelum memasuki periode hujan berikutnya. Operasi tersebut diharapkan membantu mengurangi dampak asap dan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat. (LP14/red)

Latest articles

‎BMKG Jelaskan Air Hujan Pertama Bisa Kotor, Bukan Akibat Modifikasi Cuaca

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan air hujan pertama yang turun saat atmosfer dipenuhi asap karhutla dapat terlihat kotor karena...

More like this

‎BMKG Jelaskan Air Hujan Pertama Bisa Kotor, Bukan Akibat Modifikasi Cuaca

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan air hujan pertama yang...

‎Karhutla-Asap Makin Ganggu Papua Barat, Pemprov Dorong Status Darurat-Modifikasi Cuaca

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kepungan asap mulai mengganggu aktivitas...

Dominggus Bantu Mahasiswa Yahukimo Rp100 juta-Sembako, Minta Fokus Kuliah dan Jaga Kerukunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memberikan bantuan Rp100 juta dan 50...