Karhutla di Lokasi Sulit Dijangkau, Pemprov Papua Barat Surati BNPB Minta Water Bombing

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat akan menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan water bombing guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dukungan tersebut dibutuhkan terutama untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Untuk tempat-tempat yang sulit dijangkau, kita akan menyurati BNPB pusat untuk meminta tambahan water bombing,” ujar Asisten III Setda Papua Barat Otto Parorongan dalam rapat penanganan karhutla di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (24/8/2026).

Otto mengatakan sejumlah titik kebakaran berada di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Petugas saat ini lebih mudah menjangkau titik api yang berada di sekitar jalan.

Menurut Otto, BNPB merencanakan penempatan water bombing di wilayah Babo. Lokasi tersebut dinilai dapat mendukung penanganan karhutla karena terdapat objek vital dan dukungan operasional untuk mobilisasi peralatan.

Baca juga:  Dinkes Papua Barat Giatkan Imunisasi TT WUS dan Skrining Kesehatan Pelajar di Kaimana

“Water bombing akan basecamp di Babo, tetapi kita perlu mengkaji pangkalan yang paling ideal,” katanya.

Pemprov Papua Barat juga mengusulkan penempatan 1 unit water bombing tambahan di lokasi yang lebih dekat dengan wilayah rawan kebakaran. Usulan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons terhadap titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Sementara itu, BMKG melaporkan kondisi cuaca turut meningkatkan risiko karhutla di Papua Barat. Fenomena El Nino saat ini berada dalam kategori sangat kuat dan diperkirakan berlangsung hingga Maret 2027.

Kondisi El Nino tersebut bertepatan dengan musim kemarau di Papua Barat yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus dan September. Hujan diprediksi mulai muncul bertahap pada Oktober, sedangkan kondisi relatif normal diperkirakan kembali pada Desember.

BMKG juga mencatat kekeringan meteorologis telah melanda seluruh wilayah Papua Barat sejak Juni. Sejumlah wilayah seperti Fakfak bagian timur, Bomberai, dan Manokwari Selatan bahkan telah mengalami kondisi kering sejak Mei.

Baca juga:  Papua Barat Punya 1.052 Posyandu, Bisa Lebih Cepat Atasi Stunting-Kemiskinan Ekstrem

Di Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, dan Fakfak bagian timur, hampir 2 bulan tidak terjadi hujan. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga bulan depan.

Sementara itu, Teluk Wondama dan Kota Fakfak masih sempat mengalami hujan. Namun, kedua wilayah tersebut telah sekitar 10 hari tidak mengalami hujan berdasarkan laporan BMKG.

Selain kekeringan, BMKG mengingatkan adanya angin cukup kencang di Manokwari dan Manokwari Selatan. Angin dari arah timur yang cukup kuat dinilai berpotensi memengaruhi perkembangan titik api.

Kondisi tersebut juga memunculkan permintaan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BMKG menyebut BP Tangguh telah menyampaikan permintaan OMC, tetapi pelaksanaannya belum dilakukan secara resmi dan masih memerlukan kajian.

Baca juga:  Perkenalkan Inovasi Srikandi: Pemprov PB Menuju Layanan Arsip Digital

BMKG menjelaskan OMC membutuhkan pertimbangan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan modifikasi. Karena itu, pelaksanaannya tidak dapat dilakukan tanpa melihat kondisi cuaca.

Di tengah kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat memantau perkembangan cuaca. Prakiraan diperbarui setiap hari dan disampaikan melalui media sosial serta grup komunikasi.

Otto mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat. Kondisi tersebut semakin penting karena kebakaran terjadi di sejumlah wilayah dengan dukungan cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.

“Kita harus mencari solusi dan mendapatkan strategi yang tepat untuk penanganan masalah karhutla ini,” ungkapnya.

Otto berharap dukungan water bombing dari BNPB segera direalisasikan untuk memperkuat penanganan karhutla. Dukungan tersebut terutama diperlukan untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat diakses melalui jalur darat. (LP14/red)

Latest articles

Karhutla Papua Barat Meluas, Pemprov Dorong Penanganan Extraordinary dan Satgas Bersama

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara bersama setelah kejadian kebakaran meluas di sejumlah kabupaten....

More like this

Karhutla Papua Barat Meluas, Pemprov Dorong Penanganan Extraordinary dan Satgas Bersama

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan...

Amban Beach Fest 2026 Resmi Digelar, Dorong Pariwisata Bahari dan Ekonomi Kreatif Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Amban Beach Fest 2026 resmi digelar di Kabupaten Manokwari, Papua Barat....

Temukan Banyak Kejanggalan, Keluarga Adukan Kasus Kematian Yanto Idorway ke DPRPB

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pihak keluarga mengadukan kasus kematian presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway...