3 Tahun Invoice tak Dibayar CSTS, Perusda Teluk Bintuni Akan Palang Bandara Babo

Published on

BINTUNI, Likpapua.com Direktur Perusda Maju Mandiri Teluk Bintuni, Max Samaduda berang atas sikap CSTS yang terkesan mengabaikan kontrak.

CTCS merupakan gabungan perusahaan PT Tripatra Engineers and Constructors, PT Tripatra Engineering, PT Chiyoda International Indonesia, PT Saipem Indonesia, PT Suluh Ardhi Engineering dan Chiyoda Corporation Consorcium yang dipercayakan melakukan sejumlah rekrutmen tenaga kerja pembangunan kilang LNG Tangguh Train III

Pasalnya, menurut Max, selama kontrak dengan CSTS yang berjalan hampir 3 tahun tagihan hutang sekitar 2 miliar belum dibayarkan.

Baca juga:  Rumah Pastori GKI Bethesda Waraitama Klasis Teluk Bintuni Ditahbiskan

“Kita punya invoice, tagihan-tagihan mereka putar dan tidak pernah respon. Nilainya hampir 2 miliar,” kata Max, Jumat (30/4/2021).

Masih kata Max, pihaknya akan melakukan pemalangan Bandara di Distrik Babo.

“Besok Sabtu atau Senin rencana kami juga akan menyebrang ke Distrik Babo, kami akan melakukan pemalangan bandara, saya sudah membuat surat ke Polres melalui kuasa hukum, surat pemberitahuan bahwa besok hari Sabtu kami akan melakukan pemalangan bandara di Distik Babo, Distrik Bintuni,” urai Max.

Baca juga:  Massa Demo Tagih Janji Paket Pekerjaan, Tim Pemenangan PMK2: Jangan Begitulah, Ini Masih Transisi

Menurutnya, ini dilakukan karena komunikasi yang coba dibangun sejak satu bulan lalu dengan pihak CSTS tidak mendapat respon yang baik.

“Saya lakukan ini adalah untuk proses pembelajaran CSTS dan BP Tangguh mereka harus komitmen. Jangan ingkar janji. Kami saja Direktur Perusda diperlalukan seperti ini apa lagi masyarakat kecil, Dokumen AMDAL mereka saja tidak patuhi,” jelas Max.

Dikatakan Max, tadi malam mereka coba bangun komunikasi dengannya. Namun mohon maaf, kata Max, saya punya batas kesabaran sudah tidak ada, bagi saya ini ingkar janji dan penipuan.

Baca juga:  Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Bintuni Lancar, Wabup Beri Apresiasi

“Kalian mau bicara apapun, de facto membuktikan kalian berhutang pada pemerintah daerah dan ini sangat melecehkan, sedangkan kalian bekerja di tanah Sisar Matiti,” tambahnya.

“Kenapa saya lakukan ini kepada CSTS dan BP agar mereka bisa benar-benar komitmen untuk kami yang ada di Tanah Sisar Matiti, karena masyarakat Teluk Bintuni perlu di berdayakan bukan orang dari luar Bintuni,” kunci Max. (LP5/red)

Latest articles

Diskominfo SP Bintuni Bagikan Starlink-Solar Panel ke Sekolah dan Puskesmas di...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memasang perangkat Starlink dan panel surya di...

More like this

Diskominfo SP Bintuni Bagikan Starlink-Solar Panel ke Sekolah dan Puskesmas di Pedalaman Moskona

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP) Kabupaten Teluk...

Ayor Kosepa Ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Teluk Bintuni melalui Musda V

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id – Ayor Kosepa ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Teluk...

Joko Lingara Sentil Kader Golkar Bintuni agar Mau Belajar ke Senior Politik

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta kader Golkar...