Akhir 2025, Inflasi Papua Barat dan Papua Barat Daya Sama-Sama Naik

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua kembali mencatat kenaikan inflasi pada pengujung tahun 2025. Papua Barat mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,59 persen, sedangkan Papua Barat Daya sebesar 2,15 persen.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resmi terbarunya, Selasa (6/1/2026).

BPS melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Papua Barat berada di level 110,74 pada Desember 2025. Sebagian besar kelompok pengeluaran di wilayah ini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Baca juga:  Triwulan II 2022, Ekonomi Papua Barat Tumbuh 6,07 Persen

“Kelompok transportasi sebesar 6,79 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 6,53 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,43 persen,” tulis BPS merincikan kenaikan tertinggi.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran di Papua Barat juga turut naik sebesar 4,63 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang kenaikan sebesar 2,28 persen.

“Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Papua Barat Desember 2025 masing-masing sebesar 1,60 persen dan 2,59 persen,” lapor BPS.

Baca juga:  Pj Guberjur Ali Baham Puji Kontribusi MA dalam Pelayanan Hukum: Makin Berintegritas 

Di sisi lain, Papua Barat Daya mencatatkan inflasi y-on-y sebesar 2,15 persen dengan IHK berada pada level 107,62. Kota Sorong menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi di provinsi tersebut yang mencapai 2,27 persen.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,18 persen,” sebut BPS dalam laporannya.

Kenaikan harga di Papua Barat Daya juga didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,50 persen. Sektor transportasi di wilayah ini pun ikut mengalami peningkatan harga sebesar 2,71 persen.

Baca juga:  Penerbangan di Papua Barat Turun 13,69 Persen Agustus 2023

“Papua Barat Daya Desember 2025 mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,65 persen dan inflasi y-to-d sebesar 2,15 persen,” tulis BPS.

Kenaikan harga pada sektor transportasi dan kebutuhan pokok menjadi pemicu utama inflasi di dua provinsi tersebut pada akhir tahun. Masyarakat diharapkan tetap memantau fluktuasi harga kebutuhan rumah tangga memasuki awal tahun baru. (*/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...