Amban Beach Fest 2026 Resmi Digelar, Dorong Pariwisata Bahari dan Ekonomi Kreatif Papua Barat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Amban Beach Fest 2026 resmi digelar di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Festival tersebut mengangkat potensi budaya, pariwisata bahari, ekonomi kreatif, olahraga air, serta pelestarian lingkungan pesisir.

“Amban Beach Fest adalah cerminan semangat masyarakat pesisir Papua Barat untuk bangkit, berkarya, dan memperkenalkan potensi yang dimiliki,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Papua Barat Jafar Werfete yang mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat pembukaan di Tanjung Pepaya, Amban Pantai, Senin (24/8/2026).

Festival tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 24 hingga 29 Agustus 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi masyarakat pesisir Papua Barat.

Jafar mengatakan festival tersebut sejalan dengan arah pembangunan Papua Barat yang mengembangkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, sektor tersebut dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi wisata bahari Papua Barat,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dalam pembukaan festival. Lakotani sedianya dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan, tetapi berhalangan hadir karena agenda lain yang berlangsung bersamaan.

Sementara itu, Ketua Panitia Amban Beach Fest 2026 Hans Lodewick Mandacan mengatakan festival tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, relawan, dan pihak swasta. Persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu 34 hari.

“Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong berbagai pihak. Persiapannya hanya 34 hari sehingga kami menyadari masih ada banyak kekurangan,” tuturnya.

Hans mengatakan kekurangan dalam penyelenggaraan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan festival berikutnya. Dia juga meminta dukungan berbagai pihak agar festival dapat terus dikembangkan.

Amban Beach Fest tidak hanya diisi kegiatan hiburan, tetapi juga diarahkan untuk melestarikan budaya dan tradisi lokal. Festival tersebut sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memasarkan produk kepada masyarakat dan wisatawan.

Selama enam hari, panitia menggelar lomba dayung tradisional, olahraga air, pertunjukan budaya, pameran UMKM, pasar kuliner, edukasi, serta aksi kebersihan pantai. Rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Tanjung Pepaya, Amban Pantai.

Hans berharap Amban Beach Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Festival tersebut diharapkan memberi dampak ekonomi sekaligus memperkuat promosi Pantai Amban sebagai destinasi wisata bahari di Manokwari.

“Tujuan kami melestarikan budaya dan tradisi lokal sebagai identitas, mengembangkan potensi pariwisata bahari dan lingkungan Pantai Amban, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat Papua,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Karhutla di Lokasi Sulit Dijangkau, Pemprov Papua Barat Surati BNPB Minta...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat akan menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan water bombing guna menangani kebakaran hutan...

More like this

Karhutla di Lokasi Sulit Dijangkau, Pemprov Papua Barat Surati BNPB Minta Water Bombing

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat akan menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana...

Karhutla Papua Barat Meluas, Pemprov Dorong Penanganan Extraordinary dan Satgas Bersama

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan...

Temukan Banyak Kejanggalan, Keluarga Adukan Kasus Kematian Yanto Idorway ke DPRPB

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pihak keluarga mengadukan kasus kematian presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway...