Angka Prevalensi Naik Signifikan, Manokwari Jadi Kabupaten Prioritas Program Penurunan Stunting

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Papua Barat mencatat Kabupaten Manokwari mengalami kenaikan signifikan pada angka prevalensi stunting. Hal ini berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

Menurut laporan yang dikeluarkan, angka prevalensi stunting di Manokwari pada 2022 naik 9,7 persen menjadi 36,6 persen. Hal ini menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, termasuk BKKBN Perwakilan Papua Barat.

Kepala BKKBN Perwakilan Papua Barat, Philmona M. Yarollo, mengatakan meski angkanya masih tinggi, sesungguhnya Manokwari memiliki komitmen dan telah banyak melakukan intervensi untuk menurunkan angka prevalensi stunting.

Baca juga:  Sambut Kehadiran Alfamart di Manokwari, Hermus: Daya Saing Ekonomi Meningkat

BKKBN Perwakilan Papua Barat telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk membantu menurunkan angka stunting di Manokwari.

“Karena itu, diharapkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang sudah dibentuk melihat persoalan tersebut,” kata Philmona, beberapa waktu lalu

Manokwari, kata Philmona, merupakan adalah ibu kota Provinsi Papua Barat yang jumlah penduduknya juga banyak. Oleh karena itu, pihaknya melihat Manokwari menjadi kabupaten prioritas untuk membantu melakukan fasilitasi dan penguatan dalam rangka penurunan angka stunting.

Baca juga:  Tolak Kenaikan Harga BBM, Ketua DPW PKS Papua Barat: Kebijakan yang Lukai Masyarakat

Philmona mengungkapkan, dalam melaksanakan program percepatan penurunan angka stunting, diperlukan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak.

Kata dia, ada banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka stunting sehingga program ini butuh dukungan dari lintas sektor dan pihak, termasuk pengusaha.

Baca juga:  Gelar Rekonsiliasi, BKKBN Papua Barat Target Prevalensi Stunting 14 Persen di 2024

Yarollo juga menekankan bahwa penanganan stunting butuh anggaran yang besar dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melainkan juga lintas sektor dan pihak.

Oleh karena itu, pengusaha-pengusaha bisa dilibatkan sebagai orang tua asuh untuk membantu menurunkan angka stunting di Manokwari.

Dengan kerja sama yang baik, diharapkan angka stunting di Manokwari bisa segera menurun dan kesehatan anak-anak di sana dapat terjaga dengan baik. (*/red)

Sumber: Suara Mandiri

Latest articles

Bupati Yohanis Manibuy Siap Sinergikan Program Otsus dengan Pemerintah Pusat

0
MIMIKA, Linkpapua.id- Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H., diketahui menghadiri rapat koordinasi seluruh kepala daerah se-Tanah Papua dalam rangka memperkuat implementasi Otonomi Khusus (Otsus) serta...

More like this

Haryono May: Pengelolaan Sampah Butuh Formulasi yang Tepat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Anggota DPRK Manokwari Haryono M.K. May meminta agar pengelolaan sampah di...

Ijazah Ditahan karena Tunggakan, Trisep: Hak Siswa Jangan Dikorbankan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Masih ditemukannya sejumlah sekolah yang menahan ijazah siswa karena belum melunasi...

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengawasan Ketat Program MBG di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren meminta pengawasan ketat...