BGN Ungkap Perputaran Anggaran MBG di Papua Barat Capai Rp36 Miliar per Bulan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap perputaran anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat mencapai sekitar Rp36 miliar per bulan. Besarnya anggaran tersebut didorong untuk menjadi pasar bagi hasil pangan petani dan pengusaha lokal melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Artinya, semua kebutuhan MBG, diperoleh dari petani dan pengusaha lokal,” ujar Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito B dikutip Antara, Minggu (4/10/2026).

Harjito meminta pemerintah daerah meningkatkan produksi pangan lokal untuk memasok kebutuhan seluruh SPPG di Papua Barat. Setiap dapur membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar untuk menyiapkan makanan bagi penerima manfaat program MBG.

Baca juga:  Waterpauw Apresiasi Grasstrack Open Championship Fakfak, Dorong Anak Mudak Kembangkan Bakat

Kebutuhan tersebut dinilai dapat membuka pasar yang berkelanjutan bagi produk pertanian, peternakan, perikanan, serta komoditas pangan lainnya. Namun, kapasitas produksi lokal perlu disesuaikan dengan jenis, jumlah, dan kualitas bahan yang dibutuhkan SPPG.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa merumuskan strategi bagaimana meningkatkan produktivitas komoditas pangan lokal, supaya SPPG tidak lagi mengambil dari luar Papua Barat,” katanya.

Baca juga:  Momen Prabowo Tanya MBG Bermanfaat atau Tidak ke Buruh Saat May Day di Monas

BGN juga mendorong pemerintah daerah memetakan kebutuhan bahan baku seluruh SPPG. Data kebutuhan itu kemudian perlu disandingkan dengan kemampuan produksi pangan di masing-masing kabupaten.

Harjito berharap rantai pasok dapur SPPG semakin mengutamakan produk dari Papua Barat. Dengan begitu, perputaran anggaran MBG diharapkan memberi dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat setempat.

“Kalau bisa, daging ayam, telur, dan lainnya berasal dari petani lokal, bukan lagi harus didatangkan dari Makassar atau Surabaya. Supaya uang MBG itu tetap berputar di Papua Barat,” ucap Harjito.

Baca juga:  Kumpul Bareng Ormas, Kapolda Papua Barat Ajak Rawat Kerukunan Antar Umat Beragama

Saat ini terdapat 64 dapur SPPG yang tersebar di tujuh kabupaten di Papua Barat. Jumlah tersebut termasuk 16 dapur di wilayah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang baru diaktifkan BGN.

Sebanyak 16 dapur SPPG 3T itu berada di enam kabupaten. Rinciannya, Fakfak lima dapur, Manokwari Selatan empat dapur, sedangkan Kaimana, Teluk Wondama, dan Manokwari masing-masing dua dapur serta Pegunungan Arfak satu dapur. (*/red)

Latest articles

Nilai Ekspor Papua Barat Agustus 2026 Melonjak Jadi US$297,51 Juta, Didominasi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat pada Agustus 2026 melonjak menjadi US$297,51 juta. Komoditas bahan bakar mineral (HS27) mendominasi ekspor dengan nilai US$295,43...

More like this

Nilai Ekspor Papua Barat Agustus 2026 Melonjak Jadi US$297,51 Juta, Didominasi Bahan Bakar Mineral

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat pada Agustus 2026 melonjak menjadi US$297,51 juta....

Monev MUI Pusat, MUI Papua Barat Optimistis Tingkatkan Peringkat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat bersiap mengikuti monitoring dan evaluasi...

Kesbangpol Papua Barat Soroti Konten Kreator, Minta Informasi Tak Ganggu Stabilitas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat menyoroti pergeseran arus...