Bupati Teluk Bintuni Sidak Pasar dan Gudang Distributor, Harga Minyak Goreng-Gula Naik

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menemukan lonjakan harga minyak goreng dan gula pasir saat memimpin inspeksi mendadak ke pasar dan gudang distributor. Dia langsung menegur para pelaku usaha yang kedapatan menaikkan harga jual meskipun masih menyimpan stok lama.

Yohanis bersama Wakil Bupati Joko Lingara mengecek harga bahan pokok dan BBM mulai dari Pasar Sentral, Rabu (22/4/2026). Tim menemukan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada dua item barang pokok.

Harga minyak goreng naik sebesar Rp10 ribu per kemasan 5 liter. Komoditas ini kini menyentuh harga Rp120 ribu dari harga normal yang biasanya Rp110 ribu.

Harga gula pasir juga mengalami kenaikan per karung ukuran 50 kg. Harga komoditas tersebut naik menjadi Rp980 ribu dari harga biasanya sebesar Rp950 ribu.

Pedagang sembako bernama Nining mengaku terpaksa menaikkan harga jual kepada masyarakat. Dia menyebut kenaikan harga dari tingkat distributor menjadi pemicu utama kebijakan tersebut.

“Berharap pemerintah daerah untuk bisa menstabilkan harga di tingkat distributor agar pendatang kecil dan konsumen tidak terdampak,” ucap Nining.

Nining juga menyiasati kenaikan harga gula karungan dengan mengurangi berat timbangan menjadi 9 ons. Dia menjual gula tersebut dengan harga Rp20 ribu per bungkus.

Pedagang lainnya, Wa Ode Nur, memberikan keterangan yang berbeda terkait kondisi stok miliknya. Dia menyebut harga gula di lapaknya belum mengalami kenaikan.

“Belum ada kenaikan harga gula,” kata Wa Ode Nur.

Wa Ode Nur mengaku masih menjual stok lama sehingga harga jualnya tetap Rp20 ribu per kg. Namun, dia merasa khawatir akan adanya kenaikan harga saat memesan stok baru nanti.

Bupati dan rombongan merespons keluhan para pedagang dengan mendatangi dua distributor besar secara langsung. Pengecekan pertama menyasar Toko Alam Bersinar yang berlokasi di area pasar.

Di lokasi ini, Bupati menemukan kenaikan harga akibat pembengkakan biaya transportasi logistik. Pemilik toko mengaku menaikkan harga karena biaya angkutan kontainer barang sudah mulai naik.

“Biaya angkutan sudah naik jadi kami terpaksa kasih naik harga,” ungkap pemilik Toko Alam Bersinar, Oleng.

Rombongan kemudian bergerak menuju distributor PT Makmur Sejahtera Permai di wilayah Tanah Merah. Tim menemukan pihak distributor menaikkan harga meskipun mereka masih menjual barang stok lama.

Pemilik perusahaan, Benyamin Kohar, memberikan tanggapan terkait temuan tim sidak pemerintah daerah. Dia menyatakan kesediaan untuk mencari solusi bersama atas permasalahan kenaikan harga ini.

Benyamin menegaskan perusahaannya akan bersepakat dengan pemerintah daerah untuk mengambil jalan tengah. Langkah ini bertujuan agar kenaikan harga tidak makin membebani masyarakat.

Plt Sekda Teluk Bintuni IB Putu Suratna merinci hasil pemantauan lapangan terhadap komoditas gula dan minyak goreng. Dia menyampaikan perintah tegas Bupati kepada seluruh pihak distributor.

“Bupati meminta agar pihak distributor mengembalikan ke harga semula karena barang masih stok lama,” ucapnya. (LP5/red)

Latest articles

Gubernur Akpol Himpun Pengalaman Perwira Remaja untuk Evaluasi Kurikulum

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Polda Papua Barat melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) dan para Perwira Remaja Akpol yang berdinas di...

More like this

BP3OKP Papua Barat: 17 Tahun LNG Tangguh Beroperasi, Suku Sebyar Masih Hadapi Kemiskinan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat...

Sepertiga Warga Pegaf Masuk Kategori Miskin, Tertinggi di Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Hampir sepertiga warga Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) masuk kategori miskin dengan...

Alami Patah Tulang, Warga Manokwari Rasakan Ketenangan Berobat dengan JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Muhammad Ramadhan (27), warga Kabupaten Manokwari, Papua Barat, merasakan ketenangan menjalani...