MANADO, LinkPapua.id – Gempa bermagnitudo (M) 7,6 yang berpusat di Bitung mengakibatkan satu orang warga di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), meninggal dunia. Korban dilaporkan tewas setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat guncangan besar terjadi pada Kamis (2/4/2026) pagi.
“Saat ini ada beberapa korban salah satu korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan gedung,” ujar Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, Kamis (2/4).
Nuriadin menjelaskan kerusakan bangunan terdeteksi di sejumlah titik di wilayah Manado. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah Gedung KONI Manado.
“Saat ini korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara kondisi meninggal dunia. Situasi Kota Manado khususnya sedang beraktivitas seperti biasa. Situasi yang kita lihat salah satu gedung KONI. Ada informasi ada dua korban melompat dari gedung kami masih menggali informasi tersebut,” katanya.
Tim Basarnas saat ini masih terus melakukan pendataan dan penyisiran di berbagai lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi korban lain serta memetakan kerusakan infrastruktur akibat gempa.
Meskipun guncangan memicu kepanikan luar biasa, Nuriadin menyebut secara umum aktivitas masyarakat di Manado kini sudah kembali normal. Warga terlihat sudah mulai menjalankan rutinitas harian di tengah kewaspadaan terhadap gempa susulan.
“Di beberapa titik di pesisir pantai di daerah Belitung masyarakat sudah melakukan evakuasi mandiri terkait adanya informasi potensi tsunami,” pungkas Nuriadin. (*/red)
