Dana Desa 57 Kampung di Mansel Cair, Nilainya Rp25,1 Miliar

Published on

MANSEL,Linkpapua.com– Pencairan dana desa 57 kampung di Kabupaten Manokwari Selatan hampir seluruhnya telah rampung. Nilainya mencapai Rp25,1 miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Pemkab Mansel Hendrik Tetelepta mengatakan, pencairan dana desa sudah mencapai 98%. Tersisa beberapa desa yang saat ini sedang dalam proses pencairan.

“Pengambilan rekomendasi pencairan telah dilakukan oleh 57 kampung bersama bendahara di kantor DPMK mulai hari Senin 10 Juni 2024 dan sebagian besar kampung sudah mengambil di Bank Papua. Sampai hari Kamis sudah sekitar 98%,” jelas Hendrik, Jumat (14/6/2024).

Baca juga:  Pemprov PB Harap Sinkronisasi dengan DPR Bisa Memperkuat RPJP-RPJMD

Dijelaskan Hendrik, pencairan untuk dana desa tahun 2024 tahap I untuk 57 kampung bersumber dari APBN sebesar Rp25,1 miliar. Sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap I bersumber dari APBD sebesar Rp7.312.153.000.

Kemudian dijelaskan, untuk dana desa (DD) digunakan untuk pembayaran BLT, ketahanan pangan, penanganan stunting serta sejumlah kegiatan pembagunan sesuai dengan perencanaan masing-masing kampung.

Sedangkan, untuk anggaran dana desa (ADD) tahap satu sudah cair digunakan untuk pembayaran Siltap/honor aparat desa selama tiga bulan dari Jajnuari-Maret 2024 dan pembayaran BPJS kepala desa dan aparat desa.

Baca juga:  Survei IJCC: Hampir Seluruh Elemen di Papua Barat Ingin Nataniel Jabat Caretaker Gubernur

“Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mansel, Dinas Keuangan, Bank Papua, Para TA P3MD dan para pendamping sehinga proses pencairan dana desa ini bisa terproses dengan baik dan berjalan lancar,” paparnya.

Aparat Kampung Harus Transparan

Kepala desa dan aparat desa diingatkan agar menyalurkan dana desa secara transparan sesuai dengan pos anggaran yang termuat di APBK masing-masing kampung. Hendrik mengatakan, pemkab akan melakukan monitoring yang ketat.

“Dengan itu, selaku kepala dinas saya berpesan, kepada kepala desa dan aparatnya, hak honor sudah terima jangan lupa kewajiban. Kantor kampung harus buka setiap hari dan bendera harus dikasih naik di kantor kampung serta berikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah,” jelas Hendrik.

Baca juga:  Kapolres Mansel-Dandim 1808 Pantau Ibadah Misa Natal: Situasi Kondusif

Setelah pencairan tahap pertama, kata Hendrik, pihaknya akan melakukan monitoring di setiap kampung. Monitoring ini akan menentukan proses pencairan pada tahap dua,

Diharapkan di Mansel dibentuk tim Satgas Dana Desa untuk memantau 57 kampung. Tujuannya agar dana desa digunakan sesuai program dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. (LP11/red)

Latest articles

‎Awali Pekerjaan dengan Doa, Danramil Momiwaren Pimpin Satgas TMMD Mohon Keselamatan

0
MANSEL, LinkPapua.id – Danramil 1808-03/Momiwaren Kapten Inf Sanoi memimpin doa bersama personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel), Papua...

More like this

‎Awali Pekerjaan dengan Doa, Danramil Momiwaren Pimpin Satgas TMMD Mohon Keselamatan

MANSEL, LinkPapua.id – Danramil 1808-03/Momiwaren Kapten Inf Sanoi memimpin doa bersama personel Satgas TNI...

Pastikan Siap Fisik-Mental, Dandim Mansel Pastikan Kesiapan Satgas TMMD sebelum Bekerja

MANSEL, LinkPapua.id - Dandim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) Letkol Czi Sunandar Parius memastikan kesiapan fisik,...

Dukung Bintang Timur Arfak, Jefry Kowi Dorong Perhatian Pemda

MANOKWARI, Linkpapua.id – Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pegunungan Arfak, Jefry Kowi, menyatakan...